Belum Pernah Saya Melihat Ibu Mega Semurka Itu

ED
Kamis, 23 Juni 2022 | 06:43 WIB
Bagikan
Belum Pernah Saya Melihat Ibu Mega Semurka Itu

Jokowi sendiri pun dalam pengakuannya baru-baru ini mengkonfirmasi dia kerap berbuat "seperti anak nakal" tidak menurut Ibu Megawati. Ada juga persoalan Ganjar Pranowo yang mengganjal. Dan, banyak persoalan lagi. Sejak reformasi, memang baru Partai Demokrat yang berhasil mengantar calon sendiri dari trah pendiri parpol menjadi presiden RI.

Persoalan internal

DR Acep Iwan Saidi, Pakar Semiotika dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang biasa membaca ekspresi orang memperkuat analisis saya. " Ini ekspresi langka dari Bu Mega, agak serius, eksplisit, sensi. Mega biasanya bersikap sebaliknya dari ini. Padahal, pilpres dan masa pencalonan juga kan relatif masih lama. Mungkin perebutan di internal PDI-P tajam membuat Mega sedang gelisah karena Puan terancam," papar Asep.

Ilmu Semiotika berasal dari bahasa Yunani “Semeion”, yang berarti tanda. Ilmu yang mempelajari tanda (sign). Dalam pandangan Zoest, segala sesuatu yang dapat diamati atau dibuat teramati dapat disebut tanda. Dan tanda tidak terbatas pada benda (Zoest, 1993:18).

Anda mungkin bisa berbohong lewat kata-kata, tapi tidak bisa dengan ekspresi wajah. Pasalnya, ekspresi wajah adalah bentuk komunikasi nonverbal yang bisa muncul begitu saja tanpa mungkin anda kontrol sebelumnya.Ekspresi wajah yang digunakan oleh manusia memiliki sejuta makna dan mungkin berbeda bila diaplikasikan dalam konteks yang berbeda pula.

Rentang makna dari ekspresi tersebut bisa sangat sederhana (misalnya terkejut) atau mencerminkan situasi yang lebih kompleks (seperti tidak peduli). Ekspresi wajah yang umumnya Anda kenal, misalnya marah, sedih, senang, kaget, maupun jijik. Namun, secara lebih rinci, ada ekspresi lain yang sifatnya tersembunyi dan menyimpan arti emosi yang lebih beragam.

Sayang sekali. Mbak Mega mungkin lebih tepat "mereplay" kejadian hampir dua puluh tahun lalu ketika berkonflik dengan SBY. Kemarahan berlebihan kepada Ganjar Pranowo bisa menjadi bumerang baginya dan PDI-P: justru mengantarkan Ganjar ke Istana dan mendudukkannya di kursi Presiden. Persis seperti jalan yang dulu dilalui SBY menjadi Presiden RI.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.