Belajar Tak Terhenti Meski Berisiko, Siswa SD di Tanah Datar Bertahan di Tenda Darurat
“Proses belajar mengajar dimulai dari pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Setelah itu, pembelajaran kita sambung di kelas yang sudah kosong,” ujarnya.
Herna berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar keselamatan siswa dan guru lebih terjamin. Ia mengkhawatirkan dampak yang lebih buruk jika perbaikan tidak segera dilakukan, terutama saat cuaca ekstrem.
“Kalau sudah menjelang siang itu matahari mulai terik dan anak-anak kepanasan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa polisi telah dua kali memasang garis pengamanan di lingkungan sekolah. Pemasangan pertama dilakukan pada akhir 2024 setelah toilet dan tempat wudu di sisi kiri sekolah ambruk akibat hujan deras. Pemasangan kedua dilakukan setelah dinding tebing di sisi kanan sekolah kembali longsor dan menyebabkan retakan pada sejumlah bangunan. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!