Belajar Adab Lewat Wisata Quran Syaamil
Bahkan, saat memperlakukan barang reject atau gagal pun, harus dengan adab.
"Kita daur ulang lagi, tapi tetap jgn sampai menyentuh lantai cecerannya," ujarnya.
Tak hanya itu, di percetakan Syaamil terdapat satu akuarium berisi ikan yang diletakkan di area pembuangan limbah. Gunanya untuk mengecek apakah bahan limbah yang dibuang masih aman atau tidak.
"Kalau limbah itu mencemari air dan ikannya jadi mati, berarti ada yang salah dari proses kita memilih dan menggunakan bahan baku. Namun, sejauh ini alhamdulillah ikannya masih tetap hidup," ungkapnya.
Dalam sehari, percetakan Syaamil bisa menghasilkan 9.000 eksemplar Al Quran. Proses yang dilakukan cukup panjang.
Mulai pengecekan desain, proses cetak, lipat, penyusunan lembaran mushaf, penjahitan, pengeleman, jilid atau cover, memasang batas pita, proses embos, casing in, dan terakhir quality control out going.
"Sebagian besar pekerja di sini merupakan warga Kiaracondong. Kami memang ingin memberdayakan masyarakat sekitar," ungkapnya.
Ia berharap, meski teknologi telah berkembang bahkan zamannya sudah serba digital, Al Quran cetak tetap memiliki segmen khusus.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!