Bedah Kasus Transformasi BUMN Ala Hermawan Kartajaya

ED
Kamis, 2 Juni 2022 | 15:04 WIB
Bagikan
Bedah Kasus Transformasi BUMN Ala Hermawan Kartajaya

Bagi Hermawan ini adalah hal yang telah dilakukan sejak lama. Di tahun 1994 misalnya, Hermawan meluncurkan Conceptual Marketing Framework 2000, karena pada masa itu sejumlah perusahaan di Indonesia, seperti misalnya Astra International punya visi 2000. Dimana perusahaan perlu punya visi jangka panjang agar bisa menjadi panduan tiap tahun atau bahkan tiap bulan atau tiap minggu.

Tentu sebelum pandemi COVID-19, banyak perusahaan yang punya visi jangka panjang. Hanya saja lebih spesifik ke perusahaan masing-masing tanpa memperhitungkan bahwa selain visi individual perusahaan juga mesti memperhitungkan keberadaan sebagai corporate citizenship. Seperti misalnya kepedulian pada lingkungan, termasuk kontribusi upaya mengatasi climate change.

Sustainable Development Goals sebetulnya bisa menjadi panduan bagi perusahaan agar bukan hanya punya visi individual tapi juga sebagai corporate citizenship.

Kebetulan MarkPlus yang didirikan Hermawan Kartajaya dan juga Indonesia Marketing Association adalah anggota Indonesia Global Compact Network, yaitu kumpulan perusahaan dan asosiasi yang punya kepedulian mendukung tercapainya 17 target dalam Sustainable Development Goals di tahun 2030. Di Indonesia Marketing Association (IMA) bahkan ada satu bidang yang berfungsi mengkampanyekan kesadaran perlunya mencapai 17 target Sustainable Development Goals 2030.

Kebetulan President Indonesia Global Compact Network YW Junardy adalah mantan President IMA dan sekarang Senate Chairman IMA. Pandemi COVID-19 menjadi momentum yang bagus untuk mengingatkan kembali perlunya mencapai 17 target dari Sustainable Development Goals 2030. Semua hal yang dulu dianggap seperti dalam paradigma “Belanda masih jauh”, menjadi suatu masalah yang muncul di hadapan mata dan mendesak untuk diselesaikan. Karena itu, dalam proses relief-recovery-reform, berbagai target dari Sustainable Development Goals mulai mendapatkan perhatian agar bisa dicapai.

Tentu bukan hanya bisa dicapai tapi juga menjadi lebih baik. Mengapa? Ternyata andemi COVID-19 bukan hanya berisi hal-hal yang menyedihkan saja, tapi bahkan membuat perusahaan mencapai kinerja yang tidak pernah terbayangkan bisa tercapai dalam waktu singkat. Lihat saja dengan sejumlah perusahaan di dunia yang berhasil mencapai rekor market capitalization ke angka yang dulunya tidak terbayangkan. Begitu juga ada perusahaan yang mencatatkan laba yang dulunya tidak terbayangkan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.