Beda Takbir Idulfitri dan Iduladha: Ini Penjelasan Lengkapnya
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 5 Juni 2025 | 01:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Umat Islam di seluruh dunia menyambut Hari Raya Idulfitri dan Iduladha dengan lantunan takbir yang menggema. Meski sama-sama merupakan momen kebahagiaan dan syukur, ternyata ada perbedaan penting dalam pelaksanaan takbir di kedua hari raya tersebut.
Dalam tradisi Islam, istilah 'Id' berarti 'kembali', berasal dari kata al-‘aud. Menurut ulama Ibrahim al-Bajuri, Idulfitri adalah momen kembali kepada kesucian setelah sebulan berpuasa, sementara Iduladha menjadi simbol kembali dalam keadaan suci setelah menunaikan ibadah haji.
Dikutip dari NU Online, Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi’i dalam Fathul Qarib al-Mujib membagi takbir hari raya menjadi dua jenis:
1. Takbir Mursal
Takbir ini bersifat bebas, tidak terikat waktu tertentu, dan bisa dibaca kapan pun, di mana pun, serta dalam kondisi apa pun sejak maghrib malam hari raya hingga imam melaksanakan salat Id. Takbir ini berlaku untuk baik Idulfitri maupun Iduladha, dan dianjurkan dibaca oleh semua umat Muslim, baik pria maupun wanita.2. Takbir Muqayyad
Berbeda dengan takbir mursal, takbir ini terikat waktu dan hanya dibaca setelah melaksanakan salat fardu maupun sunah. Takbir muqayyad hanya berlaku pada Iduladha, dimulai sejak salat Subuh tanggal 9 Zulhijah (hari Arafah) hingga salat Ashar pada 13 Zulhijah (hari tasyrik terakhir).- Idulfitri hanya mengenal takbir mursal, yang dimulai malam 1 Syawal sampai sebelum salat Id.
- Iduladha mengenal dua jenis takbir sekaligus: takbir mursal (malam 10 Zulhijah) dan takbir muqayyad (9–13 Zulhijah, setelah salat).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!