Bea Cukai Jadi Sorotan, Prabowo Peringatkan Soal Praktik Penyimpangan

Desi Rossilawati
Selasa, 8 April 2025 | 19:30 WIB
Bagikan
Bea Cukai Jadi Sorotan, Prabowo Peringatkan Soal Praktik Penyimpangan
VISI.NEWS | JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan memberikan perhatian serius terhadap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan, menyusul masih maraknya kasus penyelundupan barang ke Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam Sarasehan Ekonomi yang berlangsung di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025). "Bea cukai harus beres, jangan macam-macam lagi. Cari prosedur yang ada-ada," ujar Prabowo dengan tegas. Sebagai mantan prajurit, Prabowo mengaku paham betul seluk-beluk penyelundupan, dan dirinya tak akan ragu mengambil tindakan keras terhadap pejabat negara yang terlibat ataupun membekingi praktik ilegal tersebut. Ia menuntut tanggung jawab penuh dari seluruh aparatur negara dalam upaya memberantas penyelundupan. "Kalau ada petugas pejabat dari instruksi negara melindungi penyelundupan kita tidak sekeras-kerasnya. Ini saya minta bertanggung jawab kita bicara sama semua pejabat. Kita perbaiki kondisi, banyak rakyat yang masih susah. Jangan ikut praktik-praktik yang justru akan membunuh rakyat kita sendiri," katanya. Selain itu, Prabowo juga menyoroti masalah dalam sistem impor nasional. Ia menilai masih ada praktik tidak adil di mana hanya segelintir perusahaan yang diberikan izin impor secara terus-menerus. Menurutnya, hal ini menciptakan ketimpangan dan merugikan pelaku usaha lainnya. "Kemudian perusahaan a, b, c yang hanya ditunjuk, yang hanya boleh impor enak saja," tegasnya. Presiden menutup pernyataannya dengan komitmen memperbaiki sistem ekonomi secara menyeluruh, dimulai dari penegakan hukum dan reformasi institusi seperti Bea Cukai. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.