BBCA Tertekan, Asing Lepas Saham Rp328 Miliar
Ilustrasi./visi.news/ist.
VISI.NEWS | BANDUNG - Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berada dalam tekanan pada perdagangan Senin (8/6/2026). Hingga akhir sesi pertama, saham emiten perbankan terbesar di Indonesia tersebut melemah 2,27 persen ke level 4.960 setelah dalam beberapa hari terakhir terus bergerak di zona merah.
Pelemahan ini terjadi di tengah derasnya aksi jual investor asing. Berdasarkan data perdagangan, saham BBCA mencatat net sell asing sekitar Rp 328,23 miliar dengan volume bersih mencapai 66,24 juta saham. Dalam sepekan terakhir, tekanan terhadap saham BBCA juga cukup besar dengan penurunan hampir 13 persen.
Meski demikian, pergerakan pasar menunjukkan adanya minat beli yang masih bertahan. Data perdagangan memperlihatkan saham BBCA justru membukukan net buy sekitar Rp 149,5 miliar dari pelaku pasar tertentu. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa di tengah aksi jual yang dominan, masih ada investor yang melihat peluang pada koreksi harga yang terjadi.
Sepanjang sesi pertama, sebanyak 409,64 juta saham BBCA berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,03 triliun. Tingginya aktivitas perdagangan menunjukkan saham ini tetap menjadi perhatian utama investor meski sedang mengalami tekanan.
Dari sisi teknikal, CGS International Sekuritas memperkirakan saham BBCA masih berpotensi bergerak melemah dengan area support berada di level 4.975 dan 4.875. Namun peluang pemulihan tetap terbuka apabila harga mampu kembali menembus area pivot 5.175, dengan target resistance berikutnya di level 5.275 hingga 5.475.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase menimbang antara sentimen jual jangka pendek dan keyakinan sebagian investor terhadap prospek jangka panjang emiten perbankan tersebut. Karena itu, arah pergerakan BBCA dalam beberapa hari ke depan akan menjadi perhatian penting bagi pelaku pasar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!