Bazmut Bandung Tebar Sembako Murah, Omzet Tembus Rp2,2 Miliar

ED
PN
Sabtu, 12 September 2026 | 06:10 WIB
Bagikan
Bazmut Bandung Tebar Sembako Murah, Omzet Tembus Rp2,2 Miliar

 Dengan tambahan tiga lokasi pelaksanaan pada Jumat, nilai transaksi diperkirakan meningkat menjadi sekitar Rp2,2 miliar.

 "Untuk omzet sampai hari kemarin mencapai Rp1,9 miliar. Dengan tambahan tiga titik hari ini, kurang lebih total omzetnya mencapai Rp2,2 miliar," ujar Ronny.

 Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pangan dengan harga terjangkau. Pada saat yang sama, bazar menjadi ruang pertemuan antara masyarakat sebagai konsumen dengan distributor dan pelaku usaha yang menyediakan komoditas kebutuhan sehari-hari.

 Bagi pemerintah daerah, model seperti Bazmut juga memberikan kesempatan untuk melakukan intervensi secara langsung di tingkat konsumen tanpa sepenuhnya mengambil alih mekanisme perdagangan. Subsidi, diskon distributor, dan keterlibatan pelaku usaha menjadi instrumen untuk menciptakan harga yang lebih ringan selama kegiatan berlangsung.

 Program tersebut juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi dalam menjaga keterjangkauan pangan di kawasan perkotaan. Pemerintah tidak dapat hanya mengandalkan satu lembaga, mengingat rantai pasok kebutuhan pokok melibatkan produsen, distributor, Bulog, pelaku UMKM, ritel, hingga konsumen.

 Dalam konteks Bandung, kelancaran pasokan menjadi faktor penting karena sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat berasal dari luar daerah. Gangguan distribusi berpotensi memengaruhi harga, sementara pasokan yang lancar dapat membantu menjaga stabilitas ketersediaan komoditas.

 Karena itu, selain menghadirkan bazar dengan harga murah, Pemerintah Kota Bandung menaruh perhatian pada ketersediaan dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok. Intervensi melalui Bazmut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus menjadi salah satu upaya menjaga daya beli.

 Bagi warga, kehadiran Bazmut memberikan kesempatan untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dari harga pasar. Bagi pemerintah, tingginya jumlah pengunjung dan nilai transaksi menjadi indikator bahwa program tersebut memiliki daya tarik sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.