Bazmut Bandung Tebar Sembako Murah, Omzet Tembus Rp2,2 Miliar
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin mengatakan penyelenggaraan Bazmut dilakukan secara tersebar di berbagai wilayah Kota Bandung. Pada hari terakhir pelaksanaan, bazar digelar serentak di Kecamatan Coblong, Cidadap, dan Bojongloa Kaler.
Penyebaran lokasi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mendekatkan akses kebutuhan pokok murah kepada masyarakat. Dengan kegiatan yang berlangsung di berbagai kecamatan, warga tidak perlu datang ke satu lokasi tertentu untuk mendapatkan komoditas yang ditawarkan.
Dari sejumlah komoditas yang tersedia, beras menjadi salah satu barang yang paling banyak diburu masyarakat. Selain beras, Minyakita dan telur juga tercatat sebagai produk yang paling diminati.
Tingginya permintaan terhadap telur menunjukkan bahwa komoditas tersebut memiliki posisi penting dalam memenuhi kebutuhan protein masyarakat. Dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan sejumlah sumber protein lainnya, telur menjadi salah satu pilihan utama rumah tangga.
"Yang paling banyak dicari masyarakat itu beras, Minyakita, dan telur. Saat ini kebutuhan protein yang paling terjangkau bagi masyarakat adalah telur," ujar Ronny.
Tingginya antusiasme warga juga terlihat dari jumlah pengunjung di setiap lokasi bazar. Rata-rata satu titik pelaksanaan Bazmut didatangi sekitar 200 hingga 250 orang.
Jika dihitung secara keseluruhan, jumlah masyarakat yang mengunjungi berbagai titik Bazmut selama program berlangsung diperkirakan mencapai sekitar 7.000 orang.
Antusiasme tersebut turut tercermin dalam transaksi yang terjadi selama bazar. Hingga Kamis, 10 September 2026, omzet yang tercatat telah mencapai sekitar Rp1,9 miliar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!