Bayang-Bayang Moskow di Balik Serangan Iran ke Pasukan AS
Ia menambahkan bahwa beberapa serangan bahkan berhasil melewati sistem pertahanan udara milik Amerika dan sekutunya.
Di sisi lain, konflik yang berkepanjangan juga mulai memberi tekanan pada logistik militer Amerika. Laporan dari sejumlah sumber menyebutkan bahwa Pentagon mulai menghabiskan stok senjata presisi dan interceptor pertahanan udara dengan cepat, akibat intensitas operasi militer yang tinggi.
Hubungan Rusia dan Iran sendiri semakin erat sejak perang di Ukraina dimulai pada 2022. Dalam konflik tersebut, Iran menjadi salah satu pendukung utama Moskow dengan menyediakan teknologi drone murah yang banyak digunakan oleh militer Rusia.
Seorang pejabat yang mengetahui dukungan Rusia kepada Iran bahkan menilai langkah tersebut bisa dipandang sebagai bentuk balasan atas dukungan Amerika kepada Ukraina.
“Rusia sangat menyadari bantuan yang kami berikan kepada Ukraina. Saya kira mereka cukup senang bisa mendapatkan sedikit ‘balasan’ dari situ,” katanya.
Meski demikian, para analis menilai Moskow kemungkinan tidak akan terlibat langsung dalam konflik ini. Fokus utama Rusia tetap berada pada perang di Ukraina yang masih berlangsung.
Massicot menilai Kremlin melihat konflik Amerika–Iran bukan sebagai prioritas strategisnya.
“Dari perhitungan strategis Rusia, Ukraina masih menjadi prioritas nomor satu mereka,” katanya. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!