Batuk Berkepanjangan Usai Flu Masih Berisiko, Ini Penjelasan Dokter

Desi Rossilawati
Senin, 19 Januari 2026 | 13:00 WIB
Bagikan
Batuk Berkepanjangan Usai Flu Masih Berisiko, Ini Penjelasan Dokter

Pada penderita GERD, asam lambung bisa naik ke kerongkongan dan dapat mencapai tenggorokan. Iritasi asam ini dapat mengaktifkan saraf di tenggorokan yang memicu refleks batuk.

"Ketika tenggorokan teriritasi, tubuh akan memberi sinyal untuk batuk sebagai respons perlindungan," kata Dr. Khor.

Ia menyampaikan bahwa merokok meningkatkan peradangan di saluran pernapasan dan merusak struktur kecil seperti rambut di paru-paru, yang membantu membersihkan lendir. Ini membuat perokok lebih mungkin mengalami batuk berkepanjangan setelah infeksi.

Ia menyampaikan bahwa mereka yang sudah merasa sehat tetapi masih sering batuk dan batuknya berkepanjangan umumnya aman untuk kembali bekerja, berolahraga, dan beraktivitas sosial.

Dalam kasus infeksi virus yang paling umum, menurut dia, orang biasanya bisa menularkan virus beberapa hari sebelum mengalami gejala dan sekitar tiga sampai tujuh hari setelah gejala pertama muncul.

"Jika seseorang mengalami batuk yang berkepanjangan tetapi merasa sehat, risiko penularan kepada orang lain, termasuk kelompok rentan, biasanya rendah," katanya.

Meskipun demikian, ia melanjutkan, tindakan pencegahan sederhana dan tepat sasaran baiknya tetap dilakukan ketika berada di dekat orang lanjut usia, anak-anak, perempuan hamil, atau individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

Upaya ini mencakup penerapan etika batuk yang baik, menjaga kebersihan tangan, meningkatkan ventilasi di ruang bersama, serta mengenakan masker.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.