BATIC 2026 Satukan Pemimpin Digital Dunia di Bali

ED
PN
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:41 WIB
Bagikan
BATIC 2026 Satukan Pemimpin Digital Dunia di Bali

Delegasi BATIC 2026 berkumpul di Bali, Indonesia, dalam forum yang membahas masa depan konektivitas, cloud, dan kecerdasan buatan (AI) di kawasan Asia Pasifik. /visi.news/ist

Diskusi tingkat pimpinan juga dilakukan melalui Leadership Summit yang digelar secara tertutup dan dikolaborasikan Telin bersama GLF. Para eksekutif membahas kebutuhan modal, keterbatasan rantai pasok, kerja sama lintas ekosistem, serta akses terhadap energi yang terjangkau untuk membangun infrastruktur yang mendukung AI.

Memasuki hari kedua, fokus BATIC 2026 bergeser semakin kuat pada cloud dan infrastruktur yang siap mendukung AI.

Sam Evans dari Teneo membuka pembahasan mengenai peran cloud dalam pertumbuhan perusahaan dan perekonomian Asia Pasifik. Cloud kini tidak lagi hanya dipandang sebagai teknologi penyimpanan atau komputasi, tetapi telah menjadi infrastruktur strategis yang menopang transformasi digital perusahaan dan pemerintahan.

Perspektif kebijakan Indonesia disampaikan melalui keynote Menteri bertajuk “Strengthening Indonesia's Digital Transformation: Safeguarding Indonesia's Digital Future in the Age of Cloud and AI” yang disampaikan Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Edwin menegaskan bahwa perkembangan cloud dan AI harus dibangun di atas inovasi sekaligus kepercayaan, keamanan, dan inklusivitas.

As cloud and AI continue to reshape our economy and society, Indonesia's digital future must be built not only on innovation and infrastructure, but also on trust,” kata Edwin.

Menurutnya, pembangunan ekosistem digital membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, industri, dan masyarakat. Dengan pendekatan tersebut, perkembangan teknologi diharapkan tidak hanya menghasilkan kemajuan digital, tetapi juga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat luas.

Pembahasan selanjutnya mengangkat peran data center dan konektivitas dalam perkembangan AI. Herson Suindah dari SM+ Holdings dan Michael McPhail dari MoraRepublic berbagi pandangan mengenai kebutuhan infrastruktur di era AI, sementara Toto Sugiri dari DCI Indonesia membahas faktor yang mendorong permintaan layanan cloud di kawasan Asia Pasifik.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.