Batam Jadi Gerbang Digital ASEAN

ED
PN
Rabu, 22 Juli 2026 | 06:57 WIB
Bagikan
Batam Jadi Gerbang Digital ASEAN

VISI.NEWS – Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai pusat konektivitas digital di Asia Tenggara setelah PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, bersama BW Digital dan didukung Nongsa Digital Park (NDP), berhasil mendaratkan kabel bawah laut Nongsa Changi Cable (NCC) di Nongsa Digital Park, Batam, Kepulauan Riau. Proyek strategis ini menjadi tonggak penting dalam pembangunan infrastruktur digital internasional yang menghubungkan Indonesia dan Singapura ke pasar global.

Prosesi pendaratan kabel bawah laut tersebut berlangsung pada Selasa (21/7/2026) dan dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari Indonesia maupun Singapura. Hadir dalam acara tersebut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Deputy Prime Minister sekaligus Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Gan Kim Yong, Duta Besar Indonesia untuk Singapura Hotmangaraja Panjaitan, Managing Director Business-2 Danantara Indonesia Setyanto Hantoro, Wakil Gubernur Batam Nyanyang Haris Pratamura, serta jajaran direksi Telkom Indonesia, Telin, BW Digital, dan Nongsa Digital Park.

Airlangga Hartarto mengatakan transformasi digital Indonesia membutuhkan dukungan infrastruktur fisik yang kuat serta konektivitas yang semakin andal. Menurutnya, Nongsa Changi Cable menjadi fondasi lahirnya koridor digital baru yang menghubungkan Indonesia dan Singapura sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai gerbang digital Indonesia.

Ia menilai keberadaan kabel bawah laut tersebut akan meningkatkan posisi strategis kedua negara dalam ekosistem digital global, sekaligus membuka peluang investasi baru, mendorong inovasi, serta menciptakan berbagai aktivitas ekonomi berbasis teknologi.

Nongsa Changi Cable merupakan sistem kabel bawah laut strategis yang menghubungkan Batam dan Singapura melalui salah satu jalur paling pendek dan paling langsung melintasi Selat Singapura. Kabel ini menjadi salah satu dari dua sistem kabel bawah laut baru Batam–Singapura yang dikembangkan TelkomGroup bersama Indonesia Singapore Cable System (INSICA).

Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari Indonesia Cable Express (ICE), sebuah ekosistem jaringan internasional yang dirancang memperkuat konektivitas digital Indonesia dengan berbagai negara sekaligus mendukung ambisi Indonesia menjadi salah satu pusat digital utama di Asia Tenggara.

Managing Director Business-2 Danantara Indonesia, Setyanto Hantoro, mengatakan investasi strategis seperti NCC sangat penting untuk memperkuat kedaulatan digital nasional. Menurutnya, penguatan infrastruktur digital mampu menjadi katalis inovasi, meningkatkan daya saing industri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menjelaskan, keberadaan NCC diharapkan memberikan efek berganda terhadap perekonomian melalui berkembangnya industri digital di Batam maupun berbagai daerah lain di Indonesia. Infrastruktur tersebut diyakini mampu menarik investasi baru di sektor pusat data, komputasi awan, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), hingga layanan digital berbasis teknologi tinggi.

Secara teknis, Nongsa Changi Cable memiliki panjang sekitar 50 kilometer dengan kapasitas 24 pasangan serat optik (24 fiber pairs). Infrastruktur berkapasitas tinggi tersebut dirancang untuk menyediakan koneksi berkecepatan tinggi dengan latensi rendah guna memenuhi kebutuhan yang terus meningkat terhadap layanan cloud, hyperscale platform, AI, serta interkoneksi pusat data di kawasan Asia Tenggara.

Pendaratan kabel di Batam menjadi tahapan penting menuju operasional penuh sistem tersebut. Infrastruktur baru ini sekaligus memperkuat komitmen pemerintah dalam membangun jaringan telekomunikasi kelas dunia yang mampu mendukung transformasi digital Indonesia secara berkelanjutan.

Selain memperkuat konektivitas regional, NCC diproyeksikan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia melalui peningkatan investasi di bidang infrastruktur digital, pengembangan pusat data yang siap mendukung teknologi AI, transformasi digital dunia usaha, serta memperkuat ketahanan jaringan internasional antara Indonesia dan Singapura.

Presiden Direktur Telkom Indonesia Dian Siswarini mengatakan pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan merupakan bagian dari komitmen TelkomGroup dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia sekaligus memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Menurutnya, NCC merupakan hasil kolaborasi strategis Indonesia dan Singapura dalam membangun ekosistem digital yang semakin terkoneksi dan kompetitif. Tidak hanya memperkuat konektivitas Indonesia, proyek tersebut juga meningkatkan keragaman jalur komunikasi internasional yang memberikan manfaat bagi Singapura sebagai salah satu pusat digital kawasan.

Direktur Wholesale & International Service Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba menambahkan NCC akan membuka koridor digital baru antara Indonesia dan Singapura sebagai bagian dari Indonesia Cable Express. Bersama pengembangan ICE pada tahap berikutnya, infrastruktur tersebut akan meningkatkan ketahanan jaringan internasional sekaligus mendukung kebutuhan perusahaan global, penyedia layanan cloud, hyperscaler, hingga bisnis digital yang terus berkembang.

Sementara itu, Chief Executive Officer BW Digital Ludovic Hutier mengatakan keberhasilan pendaratan NCC membuktikan pentingnya kolaborasi strategis dalam menghadirkan infrastruktur digital yang mampu memenuhi kebutuhan Asia Tenggara. Menurutnya, NCC akan menjadi bagian penting dari ekosistem digital BW Digital yang juga mencakup jaringan serat optik darat Citra Connect dan kawasan pusat data NDP1 berkapasitas 144 megawatt di Batam.

Ia menyebut integrasi tersebut akan menghadirkan layanan infrastruktur digital secara menyeluruh, mulai dari konektivitas internasional hingga fasilitas pusat data yang dibutuhkan perusahaan global untuk memperluas bisnis di kawasan.

Chief Executive Officer Nongsa Digital Park Mike Wiluan menegaskan pendaratan kabel bawah laut ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur telekomunikasi, melainkan penguatan sebuah ekosistem digital yang terintegrasi.

Menurutnya, Nongsa Digital Park kini menggabungkan jaringan konektivitas, pusat data, layanan cloud, pengembangan kecerdasan buatan, talenta digital, hingga perusahaan-perusahaan global dalam satu kawasan yang saling terhubung. Dengan dukungan pemerintah Indonesia dan Singapura, kawasan tersebut diharapkan menjadi pintu gerbang baru yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura serta berbagai negara lain di dunia.

Mike juga menegaskan Nongsa Digital Park kini resmi menjadi salah satu titik pendaratan kabel serat optik bawah laut domestik maupun internasional. Ke depan, kawasan tersebut diharapkan mampu menarik lebih banyak proyek konektivitas global sehingga semakin memperkuat posisi Batam sebagai simpul utama ekonomi digital Indonesia.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang Indonesia Cable Express, pembangunan Nongsa Changi Cable memperlihatkan komitmen TelkomGroup dalam memperluas jaringan internasional sekaligus memperkokoh peran Indonesia dalam ekosistem digital regional. Dengan dukungan jaringan internasional yang semakin andal serta pertumbuhan pusat data di Batam, proyek ini diyakini akan mempercepat ekspansi layanan cloud, platform digital, kecerdasan buatan, serta berbagai teknologi masa depan yang akan menjadi fondasi ekonomi digital Asia Tenggara.

Keberhasilan pendaratan Nongsa Changi Cable menjadi tonggak baru dalam mewujudkan jaringan digital yang lebih kuat, tangguh, dan siap menghadapi kebutuhan masa depan. Proyek ini sekaligus menegaskan ambisi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi digital, tetapi juga pemain utama dalam pembangunan infrastruktur digital global.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.