Bapanas Dorong Peningkatan Kelas Petani untuk Mewujudkan Swasembada Pangan
Dengan standar kualitas tersebut, beras yang disalurkan kepada rakyat merupakan beras yang bermutu.
Bapanas mulai menerapkan penyesuaian HPP gabah sejak 2023, standar kualitas GKP di tingkat petani terus ditetapkan dengan kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen. Dari itu, tren realisasi pengadaan Bulog dari produksi dalam negeri terus menanjak
Sepanjang 2022, realisasi pengadaan dalam negeri di angka 994 ribu ton. Tahun selanjutnya di 2023 meningkat 71 ribu ton menjadi total 1,066 juta ton. Terakhir capaian sepanjang 2024 menjadi titik kulminasi dalam 5 tahun terakhir, yakni naik 200 ribu ton menjadi total 1,266 juta ton.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparyono mengungkapkan komitmennya dalam menyerap hasil produksi petani sesuai kriteria yang telah ditetapkan.
Ia menyampaikan, selain ketetapan mengenai HPP gabah dan beras, Bulog juga diberikan keleluasaan menyerap gabah di luar kualitas yang telah ditetapkan HPP melalui kebijakan rafaksi harga gabah.
Dia mengatakan rafaksi gabah juga diatur di dalam Kepbadan Nomor 2 Tahun 2025. Rafaksi merupakan pengurangan terhadap harga gabah yang dijual ke Perum Bulog karena mutunya lebih rendah dari standar yang ditetapkan.
Wahyu menerangkan pembelian dengan harga Rp 6.500 per kg maksimal dengan kadar air 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen kita serap. Namun pada saat kadar air di atas 26-30% dan kadar hampa 11-15%, Bulog terap melakukan penyerapan namun dengan harga Rp 5.750 per kg sesuai ketentuan rafaksi harga.
"Saya sudah minta ke seluruh pimwil (pimpinan wilayah) untuk berpedoman pada ketentuan ini," ujar Wahyu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!