Bank Asing Hengkang dari Indonesia, Ini Alasan dan Dampaknya
VISI.NEWS | JAKARTA - Fenomena bank asing yang menjual sebagian atau seluruh lini bisnisnya di Indonesia menjadi sorotan publik. Beberapa bank asing yang telah mengambil langkah tersebut antara lain Bank Commonwealth, Citibank, Standard Chartered Bank, ANZ, dan Rabobank. Apa alasan dan dampak dari keputusan bank asing tersebut?
Salah satu alasan yang dikemukakan oleh bank asing yang hengkang dari Indonesia adalah untuk melakukan refocusing bisnis, di mana mereka akan lebih fokus pada bisnis domestik di negara asal mereka atau pada bisnis institusional di Indonesia. Selain itu, bank asing juga menghadapi persaingan yang ketat dari bank-bank lokal yang memiliki jaringan dan penetrasi pasar yang lebih luas.
Menurut pakar perbankan Eko Listiyanto, bank asing yang hengkang dari Indonesia bukan berarti tidak tertarik dengan potensi pasar di Tanah Air. Sebaliknya, bank asing masih melihat Indonesia sebagai pasar yang menarik, terutama dalam hal digitalisasi. Hal ini terlihat dari minat investor asing untuk mengakuisisi bank-bank di Indonesia, seperti OCBC NISP, UOB Indonesia, dan Bank Danamon.
"Indonesia memiliki potensi pasar yang besar, yaitu 267 juta. Saat ini, hanya 40 persen dari populasi yang baru dijangkau perbankan. Artinya, masih ada 60 persen yang menjadi bahan rebutan. Sehingga tak ayal, asing pun berlomba-lomba untuk masuk ke Indonesia," kata Eko.
Sementara itu, akuisisi bank asing oleh bank lokal juga memberikan dampak positif bagi industri perbankan di Indonesia. Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Achmad Deni Daruri, akuisisi bank asing dapat mendorong penguatan basis modal dan likuiditas perbankan di Indonesia, karena pengakuisisi asing umumnya merupakan bank yang paling solid di negara asalnya.
Selain itu, bank asing juga dapat menanamkan praktik manajemen risiko yang lebih baik sehingga menginspirasi peer bank di Indonesia. "Akuisisi bank asing bisa mendorong penguatan basis modal dan likuiditas perbankan di Indonesia karena pengakuisisi asing umumnya merupakan bank yang paling solid di negara asalnya," ujar Achmad.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!