Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 633 Orang, 2.980 Hilang
Banjir Bandang Nepal-Tibet./visi.news/ap.
Hujan dan Risiko Banjir Susulan Hambat Operasi SAR
Tim penyelamat di Nepal dan China masih melakukan pencarian terhadap ribuan orang yang hilang setelah banjir bandang dan tanah longsor menerjang kawasan Himalaya.
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) juga dilakukan bersamaan dengan upaya mengevakuasi para korban selamat dari wilayah terdampak. Kerusakan parah akibat bencana menyebabkan persediaan makanan dan air di sejumlah lokasi mulai menipis.
Proses pencarian korban hilang menghadapi kendala berupa hujan yang masih mengguyur serta kekhawatiran terjadinya banjir susulan di wilayah terdampak.
Banjir yang membawa material es dan lumpur juga membentuk sejumlah danau lumpur besar. Salah satu formasi tersebut menjadi ancaman bagi petugas darurat yang masih melakukan pencarian korban.
Otoritas Nepal menyerukan seluruh tim penyelamat untuk "segera pindah ke lokasi yang aman". Otoritas juga menyatakan telah menerima informasi mengenai "jebolnya salah satu bendungan di sisi wilayah Tibet".
Di Tibet, otoritas China sempat menghentikan operasi pencarian dan penyelamatan di area Gyirong karena adanya risiko banjir susulan. Namun, tidak lama kemudian, Beijing menyatakan risiko tersebut telah mereda.
Pada Sabtu (29/8/2026) pagi, kantor berita Xinhua melaporkan dua warga desa di area Gyirong berhasil diselamatkan. Sebelumnya, otoritas setempat menyatakan telah mengevakuasi 555 wisatawan yang terjebak dan 499 warga China dari wilayah Tibet.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!