Bandung Mulai Rapikan Kabel Udara, Internet Dipastikan Tetap Aman
Ilustrasi. /visi.news/ai
Karena itu, PT Bandung Infra Investama bersama Pemerintah Kota Bandung melakukan koordinasi intensif dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menggunakan layanan digital dalam aktivitas sehari-hari.
Beberapa instansi yang menjadi perhatian khusus antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta sejumlah lembaga pelayanan publik lainnya.
“Kami identifikasi kebutuhan masing-masing OPD, termasuk ISP yang digunakan. Jika perlu dilakukan perpindahan jaringan, akan kami bantu agar tetap terkoneksi,” ujarnya.
Tidak hanya sektor pemerintahan, layanan vital lainnya seperti perbankan, transaksi digital, pusat data, hingga fasilitas publik juga masuk dalam daftar prioritas pengamanan jaringan selama proses migrasi berlangsung.
Untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan teknis, tim teknis gabungan disiagakan selama 24 jam penuh di lapangan. Tim tersebut bertugas melakukan pemantauan, pengujian jaringan, serta memberikan respons cepat apabila terjadi kendala selama proses pemindahan kabel.
Tahap awal penataan dimulai dari kawasan strategis pusat kota yang meliputi Jalan Asia Afrika dan Jalan Sunda. Setelah itu pekerjaan akan berlanjut ke koridor Tamblong–Veteran serta ruas Merdeka–Lembong–Tamblong.
Secara keseluruhan, program tahap pertama akan mencakup 36 ruas jalan utama di Kota Bandung dan ditargetkan berlangsung hingga 18 Juni 2026.
Setelah tahap pertama selesai, Pemkot Bandung akan melanjutkan program serupa pada Juli 2026 dengan tambahan 13 ruas jalan yang masuk dalam tahap berikutnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!