Bandung Mulai Rapikan Kabel Udara, Internet Dipastikan Tetap Aman
Ilustrasi. /visi.news/ai
“Persiapan sudah kita lakukan, mulai dari memastikan perangkat pasif seperti manhole, handhole, jaringan utama hingga akses sudah tersedia dan siap digunakan,” kata Asep.
Ia menjelaskan bahwa proses penertiban dilakukan dengan memindahkan kabel yang selama ini menggantung di udara ke jaringan bawah tanah yang telah dibangun sebelumnya.
Untuk menjamin kelancaran proses tersebut, sosialisasi kepada seluruh penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP) telah dilakukan secara intensif dalam beberapa bulan terakhir.
Dari total 29 perusahaan yang telah menyatakan komitmen mendukung program ini, sekitar 13 perusahaan telah siap menggunakan infrastruktur jaringan bawah tanah yang disediakan.
Meski belum seluruh ISP melakukan migrasi, Asep memastikan kapasitas jaringan yang tersedia saat ini sudah cukup untuk menjaga layanan tetap berjalan normal.
“Memang belum semua, tapi yang sudah tersedia itu cukup untuk meng-cover kebutuhan. Jadi ketika kabel di atas dipotong, jaringan di bawah sudah siap sebagai alternatif,” jelasnya.
Menurut Asep, sistem yang digunakan telah dirancang berlapis sehingga potensi terjadinya blackout atau gangguan jaringan secara total dapat dihindari.
Keandalan jaringan menjadi perhatian utama mengingat saat ini hampir seluruh aktivitas masyarakat, pemerintahan, pendidikan, kesehatan, hingga sektor keuangan sangat bergantung pada konektivitas internet.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!