Bandung Kejar Target 450 Ton! TPST Diaktifkan, Sampah Dikepung dari Semua Arah
“Kita prioritaskan titik-titik krusial untuk diangkut. Sisanya akan diatur melalui penjadwalan ketat,” jelas Salman.
Beberapa titik penumpukan sampah sempat menjadi sorotan publik, seperti di Pasar Induk Gedebage yang kini telah berhasil dibersihkan. Namun, penanganan masih berlanjut di kawasan eks TPA Dago dan Ciwasta yang membutuhkan proses bertahap.
Pemkot Bandung juga meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan untuk mencegah masuknya sampah dari luar kota yang berpotensi memperparah kondisi.
Dalam waktu dekat, bantuan mesin pengolahan sampah dari TNI Angkatan Darat akan diuji coba. Teknologi ini diharapkan mampu mempercepat pengurangan sampah, terutama di kawasan Ciwasta yang masih menjadi titik rawan.
Program berbasis masyarakat seperti Gaslah juga menunjukkan hasil positif. Target pengolahan sekitar 40 ton per hari kerap terlampaui, menandakan partisipasi warga mulai terbentuk.
Selain itu, fasilitas pengolahan organik seperti komposter, bata terawang, dan rumah maggot terus dihidupkan kembali. Jika terjadi kelebihan kapasitas, pengolahan akan dialihkan ke fasilitas lain, termasuk eks TPA Jelekong yang kini difungsikan sebagai pusat produksi kompos dan media tanam.
Dengan kombinasi strategi dari hulu hingga hilir, Pemkot Bandung berharap mampu mengendalikan krisis sampah secara bertahap. Namun, keberhasilan upaya ini tetap bergantung pada konsistensi kebijakan dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!