Bandara Kertajati Dianggap Tidak Efisien, Wali Kota Bandung Tawarkan Solusi Husein

Desi Rossilawati
Kamis, 12 Juni 2025 | 18:30 WIB
Bagikan
Bandara Kertajati Dianggap Tidak Efisien, Wali Kota Bandung Tawarkan Solusi Husein
VISI.NEWS | BANDUNG - Wali Kota Bandung, M. Farhan, kembali mewacanakan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di tengah polemik tingginya biaya operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang mencapai sekitar Rp 60 miliar per tahun. Usulan ini mencuat sebagai respons atas beban anggaran yang harus ditanggung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Saat ditemui di Balai Kota Bandung, Farhan menyatakan menghormati langkah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dalam mengoptimalkan Bandara Kertajati. Namun, ia menilai beban anggaran tahunan yang cukup besar mulai menjadi tekanan tersendiri bagi Pemprov. "Saya dengar malah sebetulnya lebih dari Rp 60 miliar setahun. Jadi, saya rasa memang, saya sangat menghargai Pak Gubernur yang pada akhirnya, kelihatan sekali ya dari sejak bulan Februari saya diskusi intensif dengan beliau ada intensi sebetulnya untuk mengoptimalkan Kertajati. Tapi sigana geus mulai kapepet (tapi kayaknya sudah mulai kepepet)," ujar Farhan. Ia pun menyampaikan bahwa beberapa pihak menyambut dingin ide reaktivasi Bandara Husein. Farhan bahkan mengaku mendapat respons sinis yang menyebut warga Bandung terlalu “manja” karena enggan terbang dari Kertajati. "Nah, saya sudah berbicara dengan banyak orang, hanya ada beberapa orang yang mengatakan kieu. Ah cenah (Bandara) Hussein mah manjanya orang Bandung aja. Jadi pada enggak mau terbang ke Kertajati," sindirnya. "Ya mending terbang ke Hussein ceuk saya teh kitu kepada tokoh tersebut. Eh, tokoh tersebut yang ada di Pemprov mengatakan, ke mah, kita akan minta agar (Bandara) Halim ditutup. Nah, itu kan lebih tak masuk akal yah," tambahnya. Menurut Farhan, keberadaan Bandara Husein Sastranegara sangat penting bagi aktivitas ekonomi dan pariwisata di Kota Bandung. Ia menilai, penutupan bandara ini telah menggerus potensi pemasukan daerah dan memberikan keuntungan ekonomi kepada wilayah lain seperti Jakarta. "Jadi yang perlu dilakukan sekarang adalah buka segera Husein. Karena dengan segera membuka Husein, maka sektor pariwisata Kota Bandung akan bergerak. Ketika sektor pariwisata Kota Bandung akan bergerak, maka Bandung Raya akan jauh lebih sejahtera," ucapnya. Farhan menekankan bahwa perlu ada kajian menyeluruh terkait reaktivasi bandara, namun secara logika ekonomi, keberadaan bandara di kota besar seperti Bandung sangat masuk akal. "Dengan ditutupnya Husein dan dipaksa semua orang pindah ke Kertajati untuk terbang, terbukti bahwa market terbesar untuk penerbangan itu ada di kota Bandung. Jadi nggak masuk akal kalau bandara Kota Bandung itu ditutup," katanya. Ia juga mengkritisi kenyataan bahwa warga Bandung maupun wisatawan kini lebih memilih terbang dari Bandara Halim, yang secara geografis berada di Jakarta, bukan Jawa Barat. "Akibatnya apa? Akibatnya sekarang orang-orang Bandung dan orang luar Bandung yang mau ke Bandung terbang na teh bukan di Bandung. Yang dapat untung siapa? Jakarta, da lain Jawa Barat, da Halim mah di Halim, Jakarta Timur." tegasnya. Farhan pun berharap pemerintah provinsi dan pusat segera merumuskan rencana besar yang mampu menjawab tantangan efisiensi, konektivitas, dan kebutuhan pasar penerbangan di Jabar. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.