Bandara Husein Kembali Aktif, Penerbangan Internasional Ditargetkan Oktober

ED
PN
Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:05 WIB
Bagikan
Bandara Husein Kembali Aktif, Penerbangan Internasional Ditargetkan Oktober

VISI.NEWS - Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung mulai kembali menunjukkan geliat aktivitas penerbangan. Setelah penerbangan perdana menuju Lampung dan Palembang terlaksana pada 6 dan 7 Agustus 2026, konektivitas udara dari Kota Bandung kini secara bertahap diperluas.

Pemerintah Kota Bandung menilai perkembangan tersebut menjadi langkah penting dalam mengembalikan fungsi Husein Sastranegara sebagai salah satu pintu transportasi udara utama bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, penerbangan menuju luar Pulau Jawa menjadi salah satu indikator bahwa proses pengaktifan kembali bandara mulai berjalan.

“Pada tanggal 6 dan 7 Agustus sudah ada penerbangan perdana menuju Lampung dan menuju Palembang. Itu artinya sudah bisa keluar pulau,” ujar Farhan saat ditemui di Hotel Horison Ultima Bandung, Rabu (12/8/2026).

Menurut Farhan, dibukanya kembali penerbangan dari Bandung menuju sejumlah kota di luar Pulau Jawa menjadi perkembangan positif bagi konektivitas Kota Bandung.

Selama ini, masyarakat Bandung dan wilayah sekitarnya memiliki pilihan terbatas untuk melakukan perjalanan udara langsung dari Kota Bandung. Dengan kembali aktifnya Husein Sastranegara, masyarakat diharapkan memiliki alternatif perjalanan yang lebih praktis tanpa harus selalu menuju bandar udara di luar Kota Bandung.

Selain rute menuju Lampung dan Palembang yang telah beroperasi, penambahan penerbangan juga direncanakan pada 14 Agustus 2026.

Farhan menyebut penerbangan tambahan tersebut akan dilayani oleh pesawat jet dari Garuda Indonesia dan Citilink.

Penambahan frekuensi maupun rute penerbangan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan aktivitas Bandara Husein Sastranegara secara bertahap.

Pemkot Bandung berharap semakin banyak maskapai yang membuka atau menambah layanan penerbangan dari Bandung seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat.

Dari sisi infrastruktur, Farhan memastikan kondisi Bandara Internasional Husein Sastranegara saat ini sudah sangat baik.

Menurut dia, pekerjaan yang tengah dilakukan lebih banyak berkaitan dengan penyempurnaan tampilan, desain, serta branding bandara.

“Infrastrukturnya sudah sangat baik. Lagi dipoles-poles saja,” kata Farhan.

Penyempurnaan tampilan tersebut antara lain mencakup pembahasan mengenai desain tulisan, ukuran huruf, serta berbagai elemen identitas visual yang akan digunakan di kawasan bandara.

“Kita lagi berdiskusi intensif masalah desain-desain, hurufnya segede apa. Itulah yang branding dan lain-lain,” ujarnya.

Pemerintah ingin memastikan aspek visual dan identitas Bandara Husein Sastranegara turut disiapkan seiring dengan meningkatnya aktivitas penerbangan.

Dengan demikian, pengaktifan kembali bandara tidak hanya ditandai oleh bertambahnya jadwal penerbangan, tetapi juga kesiapan fasilitas dan tampilan bandara untuk melayani penumpang.

Langkah berikutnya yang tengah disiapkan Pemkot Bandung adalah mengembalikan penerbangan internasional dari Bandara Husein Sastranegara.

Farhan menargetkan penerbangan internasional dapat mulai dilayani pada Oktober 2026.

Namun, penerbangan internasional belum dapat langsung dilakukan karena masih membutuhkan proses perizinan serta persetujuan dari otoritas terkait.

Luar negeri diperkirakan Oktober. Belum boleh, karena izinnya mesti datang dari asosiasi internasional,” ujar Farhan.

Artinya, target Oktober masih bergantung pada penyelesaian berbagai persyaratan dan perizinan yang diperlukan untuk membuka kembali konektivitas internasional dari Bandung.

Jika terealisasi, penerbangan internasional akan menjadi tahapan penting dalam proses mengembalikan posisi Husein Sastranegara sebagai bandara yang melayani perjalanan domestik sekaligus internasional.

Untuk tujuan internasional, Singapura dan Malaysia menjadi dua negara yang telah masuk dalam rencana awal Pemkot Bandung.

Kedua negara tersebut dinilai memiliki hubungan mobilitas yang cukup kuat dengan Bandung, baik untuk kepentingan pariwisata, bisnis, pendidikan maupun kunjungan masyarakat.

Namun, Farhan tidak ingin konektivitas internasional dari Bandung hanya terbatas pada dua negara tersebut.

Ia mendorong agar jaringan penerbangan diperluas ke sejumlah destinasi lain di kawasan Asia Tenggara.

“Sudah pasti Singapura, Malaysia. Tapi saya ingin tambah ke Phuket, Thailand Selatan,” kata Farhan.

Perluasan tujuan penerbangan tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak pilihan perjalanan bagi warga Bandung sekaligus mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Kembali aktifnya Bandara Husein Sastranegara berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap aktivitas ekonomi Kota Bandung.

Bandung merupakan salah satu destinasi wisata utama di Jawa Barat. Kemudahan akses melalui jalur udara dapat membantu memperkuat arus wisatawan, khususnya dari daerah yang memiliki konektivitas langsung dengan Bandung.

Penerbangan internasional juga berpotensi membuka peluang lebih besar bagi sektor hotel, restoran, pusat perbelanjaan, ekonomi kreatif, jasa transportasi, hingga pelaku UMKM.

Bagi masyarakat dan pelaku usaha, keberadaan penerbangan langsung dari Bandung juga dapat memangkas waktu perjalanan karena tidak selalu harus menggunakan bandar udara di wilayah lain sebagai titik keberangkatan.

Karena itu, peningkatan konektivitas udara perlu diikuti dengan konsistensi jadwal, kecukupan rute, kualitas pelayanan, serta kepastian operasional agar masyarakat kembali menjadikan Husein Sastranegara sebagai pilihan utama.

Perkembangan Bandara Husein Sastranegara menunjukkan bahwa pengaktifan kembali bandara dilakukan secara bertahap.

Tahap awal ditandai dengan kembali beroperasinya penerbangan menuju sejumlah kota di luar Pulau Jawa. Selanjutnya, frekuensi penerbangan domestik diharapkan meningkat dan diikuti pembukaan kembali rute internasional.

Pemerintah Kota Bandung kini menunggu penyelesaian proses perizinan untuk penerbangan internasional sembari melakukan penyempurnaan berbagai aspek pendukung di bandara.

Jika target Oktober 2026 dapat direalisasikan, masyarakat Bandung berpotensi kembali memperoleh akses penerbangan internasional langsung dari Husein Sastranegara, dengan Singapura dan Malaysia sebagai tujuan awal serta peluang perluasan ke destinasi Asia Tenggara lainnya.

Dengan perkembangan tersebut, Bandara Internasional Husein Sastranegara kembali diproyeksikan menjadi bagian penting dari sistem konektivitas Kota Bandung, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat, pariwisata, perdagangan, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.