Ban Bekas Disulap Jadi Aset, TPK Semarang Dorong Lingkungan Hijau
Pemanfaatan limbah ban bekas di TPK Semarang menjadi solusi inovatif dalam pengelolaan sampah sekaligus mendukung upaya ramah lingkungan melalui daur ulang bernilai guna. /visi.news/ist
VISI.NEWS | SEMARANG – Terminal Petikemas Semarang (TPK Semarang) menyalurkan hibah ban bekas kepada masyarakat Kelurahan Terboyo Wetan, Kota Semarang, serta kepada Komando Daerah Militer IV/Diponegoro, khususnya Batalyon Infanteri 400/BR. Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sekaligus upaya pengelolaan limbah padat non-B3 yang berorientasi pada prinsip keberlanjutan.
Hibah ban bekas tersebut dimanfaatkan secara produktif oleh masing-masing penerima. Warga Terboyo Wetan menggunakannya sebagai material penguat bantaran sungai guna membantu mengurangi risiko abrasi dan banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut. Sementara itu, Batalyon Infanteri 400/BR memanfaatkan ban bekas sebagai sarana pendukung fasilitas latihan di lapangan tembak.
Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata penerapan prinsip circular economy dalam operasional perusahaan, di mana limbah yang dihasilkan dapat diolah kembali menjadi sumber daya yang memberikan nilai tambah.
“Melalui program TJSL ini, kami berupaya memastikan bahwa pengelolaan limbah tidak berhenti pada tahap pembuangan, namun dapat dimanfaatkan kembali secara produktif. Kami berharap hibah ini tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga mendukung kebutuhan masyarakat dan para pemangku kepentingan,” ujar Nyoman.
Perwakilan warga Terboyo Wetan, Maskuri, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh TPK Semarang, yang dinilainya tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan, khususnya dalam upaya mitigasi risiko banjir dan penguatan infrastruktur sederhana di kawasan permukiman.
“Kami sangat terbantu dengan adanya hibah ini. Ban-ban bekas tersebut akan kami manfaatkan sebagai penguat bantaran sungai, terutama di titik-titik rawan longsor dan abrasi, sehingga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap terjadi,” ungkapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!