Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Bahaya Tersembunyi Air Mineral dalam Botol Plastik: Kenali Risiko Kesehatannya

Desi Rossilawati
Rabu, 8 Januari 2025 | 01:55 WIB
Bagikan
Bahaya Tersembunyi Air Mineral dalam Botol Plastik: Kenali Risiko Kesehatannya
VISI.NEWS | BANDUNG - Meskipun praktis dan dianggap memiliki kualitas yang konsisten, air mineral dalam botol plastik ternyata menyimpan risiko kesehatan yang serius. Para ilmuwan mengungkapkan bahwa air botolan plastik mengandung partikel berbahaya yang dapat membahayakan tubuh jika tertelan. Penelitian yang dipublikasikan oleh Columbia University's Lamont-Doherty Earth Observatory menemukan bahwa rata-rata botol air satu liter mengandung sekitar 24.000 partikel plastik, jumlah yang jauh lebih banyak dari perkiraan sebelumnya. Partikel kecil yang dikenal sebagai nanoplastik ini dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, mulai dari kanker, gangguan kesuburan, hingga cacat lahir. Partikel yang sangat kecil ini berbahaya karena dapat menembus sel darah dan bahkan otak. Selain itu, bahan kimia berbahaya seperti bisphenol A (BPA) dan antimon juga bisa larut ke dalam air botolan, terutama saat botol dipanaskan atau digunakan berulang kali. BPA diketahui dapat mempengaruhi sistem reproduksi dan kekebalan tubuh, sementara antimon dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru dan gangguan pernapasan. Selain itu, plastik jenis flafat yang digunakan untuk membuat botol air juga dapat menimbulkan masalah kesehatan, termasuk gangguan perkembangan dan fungsi otak. Untuk menghindari bahaya ini, disarankan untuk tidak menggunakan botol plastik secara berulang. Sebagai alternatif, gunakan tumbler berbahan stainless steel atau botol plastik dengan kode polipropilena (PP) yang lebih aman untuk digunakan kembali. Penelitian ini memperingatkan bahwa bahaya tidak hanya berasal dari air mineral botolan, tetapi juga dari produk lain yang mengandung nanoplastik, seperti kantong teh yang dapat melepaskan partikel plastik ke dalam teh. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.