Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

Bahaya Penggunaan Headphone bagi Kesehatan Pendengaran

ED
Minggu, 3 November 2024 | 00:45 WIB
Bagikan
Bahaya Penggunaan Headphone bagi Kesehatan Pendengaran
VISI.NEWS | BANDUNG - Gangguan pendengaran dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti infeksi, kecelakaan, atau paparan suara keras. Namun, penyebab paling umum dari hilangnya pendengaran saat ini adalah penggunaan headphone. Banyak orang kini lebih memilih headphone jenis in-ear atau earbud yang dimasukkan ke dalam liang telinga. Sayangnya, jenis earphone ini dapat memancarkan suara dengan intensitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan suara alami di dekat telinga. Gelombang suara dari earbud membuat gendang telinga bergetar, dan getaran ini dapat melintasi serangkaian tulang kecil menuju koklea, bagian telinga yang berisi cairan dan dilapisi rambut halus. Semakin keras suara yang dimainkan, semakin kuat getarannya, dan semakin banyak rambut di koklea yang bergerak. Ketika terpapar suara keras secara berlebihan atau berkepanjangan, rambut-rambut di koklea dapat kehilangan sensitivitas terhadap getaran. Beberapa suara ekstrem bahkan bisa mengubah bentuk sel-sel tersebut. Proses pemulihan telinga untuk mengembalikan pendengaran yang normal terkadang memerlukan waktu. Contoh nyata dari ini adalah saat Anda menghadiri konser dengan suara sangat keras dan mengalami kehilangan pendengaran sementara, ini adalah fase pemulihan telinga. Namun, dalam beberapa kasus, telinga tidak bisa pulih sepenuhnya, yang dikenal sebagai kehilangan pendengaran permanen. Kerusakan yang disebabkan oleh headphone mirip dengan efek suara keras, meskipun berlangsung secara bertahap dalam jangka waktu lama. Jika Anda mendengarkan musik keras setiap hari, rambut-rambut di koklea dapat mulai terlipat, yang menyebabkan hilangnya pendengaran. Terkadang, rambut tersebut saling mengikat atau kusut, dan efek kerusakannya bersifat permanen. Yang lebih mengkhawatirkan, mendengarkan headphone pada volume sedang dalam waktu lama juga dapat merusak pendengaran. Ini menunjukkan bahwa durasi paparan suara sama pentingnya dengan tingkat volume dalam kaitannya dengan kesehatan pendengaran. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.