Baca Al Qur'an di Bulan Ramadan Bisa Makruh, Jika...
"Apalagi ada yang non-Muslim. Kita harus menjaga itu. Karena kita tidak hanya punya kewajiban hablun minallah, berbaik-baik kepada Allah, tetapi kita juga harus hablun minannas, kita harus menjaga hubungan kebaikan kita terhadap sesama," jelasnya.
Fokus ibadah dan tanah nafsu Pada kesempatan tersebut, Gus Yusuf juga mengingatkan seluruh umat Islam untuk tidak terjebak dalam pemuasan dan pemenuhan hawa nafsu saat puasa di bulan Ramadhan. Semua harus menyadari bahwa tujuan puasa sendiri adalah untuk menahan nafsu bukan justru mengumbar nafsu.
"Ramadhan tujuannya adalah untuk kita memperbanyak pahala ibadah. Bukan untuk memperbanyak hal-hal yang bersifat duniawi,” katanya.
Ia mengingatkan bahwa dalam hidup kita selama 12 bulan (1 tahun), 11 bulannya sudah di habiskan untuk urusan-urusan dunia. Sehingga umat Islam harus mampu menyisihkan waktu satu bulan untuk fokus beribadah di bulan Ramadhan dengan tetap melaksanakan kewajiban seperti mencari nafkah hidup.
"Kita tetap harus bekerja kan di bulan Ramadhan karena juga kita butuh untuk persiapan lebaran. Tapi ojo ngoyo-ngoyo itu loh," sarannya.
"Kadang-kadang kita nggak ngejar khatam berapa, tapi ngejar rotinya bisa laku berapa bal. Minimal dalam satu bulan ini kita khatam satu kali lah, kalau khatam satu kali berarti per harinya 1 juz. One Day One Juz ya syukur-syukur bisa dua kali sehari bisa dua jus syukur-syukur bisa tiga kali minimal 3 kali lah dalam satu bulan ini bisa khatam Al-Qur'an," pungkasnya.@mpa/nu.or.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!