PREBUNKING | Hati-hati Penipuan Modus Bantuan Mencatut Nama Bupati Bandung, Ini Modusnya

ED
Selasa, 14 Februari 2023 | 11:22 WIB
Bagikan
PREBUNKING | Hati-hati Penipuan Modus Bantuan Mencatut Nama Bupati Bandung, Ini Modusnya

Modus pelaku mengatasnamakan bupati/kepala daerah dan mentransfer sejumlah uang ke rekening calon korban. Kemudian, si pelaku meminta korban untuk mentransfer sebagian “uang yang diterimanya” ke nomor rekening tertentu yang diberikan oleh pelaku.

Kasus serupa sudah dialami oleh sejumlah kepala daerah. Wakil Bupati Tasikmalaya, Jawa Barat, Cecep Nurul Yakin mengaku, telah menjadi korban pencatutan nomor telepon WhatsApp atas nama dirinya. Nomor tersebut dipakai pelaku penipuan ke sejumlah pimpinan yayasan di wilayahnya. Modus pelaku dengan nomor WhatsApp itu memasang foto dirinya dan meminta sejumlah uang dengan menjanjikan pemilik yayasan akan menerima bantuan sosial (Bansos) dari Pemkab Tasikmalaya.

Sementara Bupati Imron namanya dicatut oleh penipu yang menawarkan penyaluran bantuan. Merujuk akun Instagram @cirebonkabsaberhoaks yang dikelola oleh Saber Hoaks Kabupaten Cirebon, terdapat nomor whatsapp 08970130704 yang mengatasnamakan Bupati Imron. "Nomor tersebut bukan milik Bupati. Bupati tidak pernah menawarkan bantuan dengan meminta nomor rekening atau uang balas jasa," tulis akun @cirebonkabsaberhoaks.
Di Majalengka bahkan Polres setempat berhasil menangkap komplotan penipu yang mengatasnamakan Wakil Bupati Majalengka Tarsono, dengan modus memberikan sumbangan kepada dewan kemakmuran masjid (DKM) setempat. "Kami berhasil membongkar kasus penipuan yang mengatasnamakan Wakil Bupati Majalengka," kata Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi di Majalengka, belum lama ini.

Di Pangandaran, Kepala Kemenagnya dicatut untuk menipu para pimpinan lembaga pendiidikan maupun rumah ibadah. SMS itu berisi pesan akan mendapat dana bantuan pembangunan sarana prasarana dan rehab. "Sudah beberapa lembaga yang berkonsultasi dengan saya pribadi melalui telpon/sms ada yang mengaku nama saya, tetapi dengan nomor telpon yang berbeda. Ini  dipastikan SMS tersebut penipuan", ungkap kepala kemenag setempat H. Supriana, ketika dikomfirmasi. Menurut Kankemenag modus penipuan tersebut seperti membujuk akan dapat bantuan sarana prasaran dari Kementerian Agama atau melalui program hibah Gubernur Jawa Barat.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.