PREBUNKING | Hati-hati Penipuan Modus Bantuan Mencatut Nama Bupati Bandung, Ini Modusnya
Modus pelaku mengatasnamakan bupati/kepala daerah dan mentransfer sejumlah uang ke rekening calon korban. Kemudian, si pelaku meminta korban untuk mentransfer sebagian “uang yang diterimanya” ke nomor rekening tertentu yang diberikan oleh pelaku.
Kasus serupa sudah dialami oleh sejumlah kepala daerah. Wakil Bupati Tasikmalaya, Jawa Barat, Cecep Nurul Yakin mengaku, telah menjadi korban pencatutan nomor telepon WhatsApp atas nama dirinya. Nomor tersebut dipakai pelaku penipuan ke sejumlah pimpinan yayasan di wilayahnya. Modus pelaku dengan nomor WhatsApp itu memasang foto dirinya dan meminta sejumlah uang dengan menjanjikan pemilik yayasan akan menerima bantuan sosial (Bansos) dari Pemkab Tasikmalaya.
Di Pangandaran, Kepala Kemenagnya dicatut untuk menipu para pimpinan lembaga pendiidikan maupun rumah ibadah. SMS itu berisi pesan akan mendapat dana bantuan pembangunan sarana prasarana dan rehab. "Sudah beberapa lembaga yang berkonsultasi dengan saya pribadi melalui telpon/sms ada yang mengaku nama saya, tetapi dengan nomor telpon yang berbeda. Ini dipastikan SMS tersebut penipuan", ungkap kepala kemenag setempat H. Supriana, ketika dikomfirmasi. Menurut Kankemenag modus penipuan tersebut seperti membujuk akan dapat bantuan sarana prasaran dari Kementerian Agama atau melalui program hibah Gubernur Jawa Barat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!