Australia Menawarkan Uang untuk Membantu Korban Kekerasan yang Meninggalkan Pasangannya

ED
Jumat, 22 Oktober 2021 | 05:50 WIB
Bagikan
Australia Menawarkan Uang untuk Membantu Korban Kekerasan yang Meninggalkan Pasangannya

Para pekerja perempuan mengangkat spanduk menuntut upah yang sama selama protes di Melbourne. (Reuters)

Secara internasional juga, Australia mendapat skor buruk dalam peringkat kesetaraan gender yang mengarah pada kontribusi dinamika kekuasaan yang tidak merata dalam hubungan dan membuat perempuan rentan secara ekonomi.

Australia berada di peringkat 50 dalam Laporan Kesenjangan Gender Global Forum Ekonomi Dunia 2021 jauh di bawah Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Selandia Baru.

Kesenjangan upah gender negara itu berada pada rekor terendah di 13,4 persen, kata pemerintah dalam Pernyataan Anggaran Perempuan pada bulan Mei, karena itu lembaga tersebut berkomitmen untuk menjembatani kesenjangan lebih lanjut.

Timbulnya pandemi Covid-19 menyebabkan lebih banyak kesenjangan ekonomi di Australia karena lebih banyak wanita kehilangan pekerjaan atau jam kerja mereka dipotong selama lockdown lokal daripada pria.

Dampak negatif lainnya, seperti di banyak negara lain adalah meningkatnya kekerasan dalam keluarga di Australia.

Michael Smith, CEO Pusat Hukum Komunitas Timur di Melbourne, berbicara kepada The Guardian, mengatakan permintaan meningkat selama pandemi. “Kami melihat perempuan dan keluarga mereka dalam situasi yang lebih kompleks dan sulit karena pandemi,” katanya.

Mayoritas perempuan yang menghadapi kekerasan fisik atau seksual mengatakan kekerasan telah dimulai atau meningkat selama krisis.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.