Australia Dikecam Setelah Ratusan Koala Ditembak Mati dari Udara
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 21 April 2025 | 22:10 WIB
VISI.NEWS | AUSTRALIA - Lebih dari 700 koala dilaporkan telah ditembak mati oleh penembak jitu dari helikopter dalam operasi pemusnahan yang dilakukan otoritas negara bagian Victoria, Australia. Kebijakan ini memicu kontroversi luas, terutama dari kelompok perlindungan satwa liar yang menyebut tindakan tersebut sebagai 'kejam dan tidak manusiawi'.
Langkah ini diambil menyusul kebakaran hutan besar yang terjadi akibat sambaran petir bulan lalu, dan menghancurkan sekitar 2.000 hektare kawasan taman nasional di wilayah Budj Bim, barat daya Victoria. Pemerintah menyatakan, pemusnahan dilakukan untuk mencegah penderitaan lebih lanjut pada koala yang terluka parah atau terjebak di habitat yang telah rusak.
Namun, metode yang digunakan menjadi sorotan tajam. Jess Robertson, Presiden Koala Alliance, menyebut penggunaan helikopter sebagai cara yang tidak akurat dan berisiko tinggi.
Ia mempertanyakan kemampuan penembak dalam menilai kondisi hewan dari udara, serta menyoroti kemungkinan banyaknya anak koala yang turut menjadi korban tanpa penilaian medis yang tepat.
Perdana Menteri Victoria, Jacinta Allan, membela kebijakan tersebut. Ia menyatakan bahwa keputusan itu diambil setelah melalui evaluasi kondisi di lapangan oleh Departemen Energi, Lingkungan, dan Aksi Iklim (DEECA), dan bertujuan untuk mengakhiri penderitaan satwa yang tak tertolong akibat kebakaran.
“Saya mendengar bahwa departemen melakukan penilaian ekstensif dalam konteks kebakaran hutan yang melanda masyarakat setempat yang dimulai oleh sambaran petir," kata Allan.
Di sisi lain, sejumlah peneliti menilai langkah tersebut mencerminkan lemahnya pengelolaan habitat dan konservasi spesies. Dr. Rolf Schlagloth dari CQUniversity Australia mengatakan bahwa pencegahan melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan jauh lebih penting ketimbang respons reaktif semacam ini.
"Eutanasia harus digunakan sebagai pilihan terakhir ketika hewan terluka parah. Namun, pemusnahan melalui udara tampaknya merupakan metode yang sangat tidak pandang bulu," tegas Schlagloth.
Hingga saat ini, DEECA belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait jumlah pasti koala yang ditembak maupun prosedur penilaian yang digunakan dalam operasi tersebut. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!