Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Australia Dikecam Setelah Ratusan Koala Ditembak Mati dari Udara

Desi Rossilawati
Senin, 21 April 2025 | 22:10 WIB
Bagikan
Australia Dikecam Setelah Ratusan Koala Ditembak Mati dari Udara
VISI.NEWS | AUSTRALIA - Lebih dari 700 koala dilaporkan telah ditembak mati oleh penembak jitu dari helikopter dalam operasi pemusnahan yang dilakukan otoritas negara bagian Victoria, Australia. Kebijakan ini memicu kontroversi luas, terutama dari kelompok perlindungan satwa liar yang menyebut tindakan tersebut sebagai 'kejam dan tidak manusiawi'. Langkah ini diambil menyusul kebakaran hutan besar yang terjadi akibat sambaran petir bulan lalu, dan menghancurkan sekitar 2.000 hektare kawasan taman nasional di wilayah Budj Bim, barat daya Victoria. Pemerintah menyatakan, pemusnahan dilakukan untuk mencegah penderitaan lebih lanjut pada koala yang terluka parah atau terjebak di habitat yang telah rusak. Namun, metode yang digunakan menjadi sorotan tajam. Jess Robertson, Presiden Koala Alliance, menyebut penggunaan helikopter sebagai cara yang tidak akurat dan berisiko tinggi. Ia mempertanyakan kemampuan penembak dalam menilai kondisi hewan dari udara, serta menyoroti kemungkinan banyaknya anak koala yang turut menjadi korban tanpa penilaian medis yang tepat. Perdana Menteri Victoria, Jacinta Allan, membela kebijakan tersebut. Ia menyatakan bahwa keputusan itu diambil setelah melalui evaluasi kondisi di lapangan oleh Departemen Energi, Lingkungan, dan Aksi Iklim (DEECA), dan bertujuan untuk mengakhiri penderitaan satwa yang tak tertolong akibat kebakaran. “Saya mendengar bahwa departemen melakukan penilaian ekstensif dalam konteks kebakaran hutan yang melanda masyarakat setempat yang dimulai oleh sambaran petir," kata Allan. Di sisi lain, sejumlah peneliti menilai langkah tersebut mencerminkan lemahnya pengelolaan habitat dan konservasi spesies. Dr. Rolf Schlagloth dari CQUniversity Australia mengatakan bahwa pencegahan melalui pengelolaan hutan yang berkelanjutan jauh lebih penting ketimbang respons reaktif semacam ini. "Eutanasia harus digunakan sebagai pilihan terakhir ketika hewan terluka parah. Namun, pemusnahan melalui udara tampaknya merupakan metode yang sangat tidak pandang bulu," tegas Schlagloth. Hingga saat ini, DEECA belum memberikan keterangan lebih lanjut terkait jumlah pasti koala yang ditembak maupun prosedur penilaian yang digunakan dalam operasi tersebut. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.