Atlet Muslimah: "Lihatlah Kinerjanya, Bukan Pakaiannya"
Kembali lagi ke Ons Jabeur yang paling terkenal, yang kembali membuat gebrakan karena saat ini ia berdiri sebagai petenis wanita peringkat dua dunia menurut Asosiasi Tenis Wanita (WTA).
Tahun lalu, superstar Tunisia mencapai final turnamen bergengsi Wimbledon dan AS Terbuka dan berkompetisi di Final WTA pertamanya.
Sejak memulai karier tenisnya pada usia 3 tahun, Jabeur telah menembus peringkat dan masuk ke 100 besar dunia pada tahun 2017.
Doaa Elghobashy yang berusia 26 tahun dari Mesir terus menjadi pelopor dengan caranya sendiri.
Di antara 500 pemain bola voli terbaik di dunia, dia berlatih untuk membantu tim bola voli pantai Mesir lolos untuk kedua kalinya di Olimpiade 2024, bersama rekan setim baru Farida El Askalany. Elghobashy mengukir sejarah saat menjadi atlet berhijab pertama yang berkompetisi di voli pantai selama Olimpiade Rio De Janeiro 2016.
Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) memberinya izin di menit-menit terakhir untuk berkompetisi di Olimpiade dengan mengenakan jilbab, lengan panjang, dan celana.
“Jilbab adalah bagian dari diri saya,” katanya kepada CNN Sports. “Pada akhirnya, ini adalah olahraga dan saya bukan model. Saya seorang atlet dan orang-orang harus lebih fokus pada keatletisan saya daripada pakaian saya."
"Hanya karena saya seorang hijabi bukan berarti saya tidak memiliki kesempatan untuk bermain di Olimpiade," tambahnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!