AS Tolak Permintaan Prancis Kembalikan Patung Liberty : Berterima Kasihlah
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 19 Maret 2025 | 22:10 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Amerika Serikat memberikan tanggapan tajam terhadap permintaan anggota parlemen Uni Eropa asal Prancis, Raphael Glucksmann, yang meminta agar Patung Liberty dikembalikan ke Prancis. Permintaan tersebut muncul sebagai protes terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai yang diwakili oleh monumen tersebut.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, merespons dengan sindiran keras.
"Saran saya untuk politisi level rendah Prancis yang tak dikenal itu yakni mengingatkan kembali bahwa berkat Amerika Serikat lah Prancis tidak bicara dalam bahasa Jerman saat ini," ujarnya pada Senin (17/3/2025).
"Harusnya mereka berterima kasih kepada negara kami yang hebat," sambungnya.
Glucksmann sebelumnya menyatakan ketidakpuasannya terhadap kebijakan Trump, terutama terkait pendekatan AS terhadap Rusia dalam konflik Ukraina serta kebijakan imigrasi yang lebih ketat. Menurutnya, langkah-langkah tersebut bertolak belakang dengan makna simbolis Patung Liberty sebagai lambang kebebasan dan harapan bagi para imigran.
Patung Liberty sendiri adalah hadiah dari Prancis kepada AS pada peringatan 100 tahun kemerdekaan Amerika. Monumen ikonik ini dirancang oleh pematung Prancis Frederic Auguste Bartholdi dan dibangun oleh Gustave Eiffel.
Menanggapi sindiran Leavitt, Glucksmann menegaskan bahwa ia tetap menghormati jasa para pahlawan Amerika dalam Perang Dunia II. Namun, ia tetap menyesalkan arah kebijakan pemerintahan Trump yang dianggap mengabaikan nilai-nilai kebebasan.
"Justru karena saya takut dengan pengkhianatan Trump makanya saya bicara kemarin bahwa kita bisa secara simbolis mengambil kembali Patung Liberty jika pemerintahan kalian membenci segala sesuatu yang dilambangkannya di mata Anda, kami, dan dunia," tulis Glucksmann di media sosial.
"Tidak ada seorang pun yang akan datang dan mencuri Patung Liberty. Patung itu milik kalian. Tapi apa yang terkandung di dalamnya itu milik semua orang. Jika dunia yang bebas tak lagi menarik minat pemerintahan kalian, maka kami akan meneruskan estafetnya di sini, di Eropa," lanjutnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Patung Liberty secara fisik tetap menjadi milik AS. Namun, nilai-nilai kebebasan yang diwakilinya adalah milik seluruh dunia, dan jika AS tidak lagi mempertahankannya, Eropa siap untuk mengambil peran tersebut. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!