AS Mengalami Lonjakan Energi: Trump Klaim Akan Kendalikan Hasil Penjualan 30–50 Juta Barel Minyak Venezuela
Trump sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan energi AS berpotensi mengucurkan dana hingga miliaran dolar untuk memulihkan kemampuan produksi minyak Venezuela. Saat ini, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan minyak AS yang masih memiliki operasi aktif di negara tersebut. Adapun aset ConocoPhillips dan Exxon Mobil telah dinasionalisasi oleh pemerintahan Presiden Hugo Chávez pada pertengahan 2000-an.
Di sisi lain, Maduro membantah seluruh dakwaan yang ditujukan kepadanya. Dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Distrik AS Manhattan pada Senin (5/1/2026) waktu setempat, ia menyatakan tidak bersalah dan mengklaim penangkapannya sebagai tindakan penculikan.
“Saya diculik dan diperlakukan sebagai tahanan perang,” kata Maduro di hadapan hakim federal Alvin Hellerstein.
Hingga kini, langkah Amerika Serikat yang tidak hanya menahan kepala negara Venezuela tetapi juga mengambil alih pengelolaan minyaknya terus menuai kritik dan sorotan global. Sejumlah pengamat menilai kebijakan tersebut berpotensi memperdalam konflik politik dan hukum internasional, sekaligus mengubah peta kekuatan di pasar energi dunia. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!