Arsitektur "Target Reference" untuk Infrastruktur TI Milik Operator Telekomunikasi Diluncurkan

ED
Senin, 6 Maret 2023 | 08:33 WIB
Bagikan
Arsitektur "Target Reference" untuk Infrastruktur TI Milik Operator Telekomunikasi Diluncurkan

Arsitektur TI milik operator terdiri atas empat jenjang: sarana fisik, teknologi platform, kapabilitas industri, dan produk digital.

Arsitektur target reference untuk infrastruktur TI milik operator yang dilansir di MWC2023 berfokus pada sarana fisik dan teknologi platform.

Arsitektur ini merupakan solusi lengkap yang meliputi distributed cloud (on-premises cloud, public cloud, dan edge cloud), unified storage resource pool (high-performance resource pool dan massive resource pool), serta komputasi terdiversifikasi.

Arsitektur ini melibatkan kolaborasi antara TK dan TI, online dan on-premise, serta perangkat lunak dan keras sehingga mewujudkan proteksi maksimum atas investasi infrastruktur TI dalam tahap migrasi cloud. Di sisi lain, investasi TI juga mempercepat monetisasi aset TK.

  • Kolaborasi TK dan TI: Infrastruktur TI generasi baru sebelumnya diintegrasikan dengan peralatan jaringan. Infrastruktur TI ini mendukung scheduling secara terpusat dan terpadu, pengelolaan sarana cloud dan jaringan, sehingga mewujudkan ketersediaan layanan terpadu bagi klien. Lebih lagi, infrastruktur TI ini juga telah diintegrasikan dengan aplikasi telekomunikasi inti, seperti business support systems (BSS) dan operations support systems (OSS), secara drastis meningkatkan efisiensi implementasi layanan dan menghemat OPEX.
  • Kolaborasi online dan on-premise: Aplikasi secara fleksibel dan efisien ditempatkan pada distributed cloud (public cloud dan on-premises cloud). Di sisi lain, data dapat dikelola dengan efisien pada public cloud, on-premise cloud, serta fasilitas local storage sekaligus menjamin keamanan data, memaksimalkan kegunaan data, serta meningkatkan efisiensi operasional.
  • Kolaborasi perangkat lunak dan keras: Evolusi arsitektur TI harus menjamin bahwa storage dan peralatan jaringan yang telah dipakai, serta perangkat keras lain, dapat terintegrasi dengan arsitektur baru. Tujuannya, melindungi investasi yang telah ditanamkan, mengurangi migrasi aplikasi dan data, serta menambah reliabilitas dan efisiensi implementasi layanan. Huawei telah bekerja sama dengan operator selama lebih dari 30 tahun. Huawei juga mengandalkan keahlian di industri telekomunikasi dan transformasi infrastruktur TI milik operator, serta berhasil mendukung transformasi infrastruktur TI bagi lebih dari 140 operator.

Maka, Huawei sangat mampu mendukung operator agar beralih dari pemain TK menjadi TIK.@mpa

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.