Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Arab Saudi Serukan Pencabutan Sanksi terhadap Suriah dalam Pertemuan Diplomat Dunia

Desi Rossilawati
Senin, 13 Januari 2025 | 21:50 WIB
Bagikan
Arab Saudi Serukan Pencabutan Sanksi terhadap Suriah dalam Pertemuan Diplomat Dunia
VISI.NEWS | RIYADH - Arab Saudi menyerukan pencabutan sanksi internasional terhadap Suriah setelah pertemuan dengan para diplomat tinggi dari Timur Tengah dan Eropa di Riyadh, Minggu (12/1/2025). Pertemuan ini membahas masa depan Suriah pasca-tumbangnya Bashar al-Assad. Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menekankan bahwa sanksi yang terus diberlakukan menghambat pembangunan dan rekonstruksi di Suriah, sehingga perlu dicabut untuk memenuhi aspirasi rakyat. "Kami menekankan pentingnya mencabut sanksi sepihak dan internasional yang dijatuhkan pada Suriah, karena kelanjutannya menghambat aspirasi rakyat Suriah untuk mencapai pembangunan dan rekonstruksi," ungkap Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan setelah perundingan di Riyadh, Minggu (12/1/2025), dikutip dari AFP. Pertemuan ini dihadiri pejabat Arab, Turki, Prancis, Uni Eropa, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, dengan Suriah diwakili oleh Menlu Asaad al-Shaibani dari pemerintahan baru yang dipimpin Ahmed al-Sharaa. Ahmed al-Sharaa, pemimpin kelompok pemberontak yang menggulingkan Assad, juga mendesak pencabutan sanksi untuk mempercepat pemulihan negara. Sanksi internasional sebelumnya diberlakukan terhadap pemerintahan Assad atas tindakan brutal terhadap protes antipemerintah sejak 2011, yang memicu perang saudara. Amerika Serikat dan Uni Eropa menjatuhkan sanksi berat, dengan AS pertama kali menetapkan Suriah sebagai "negara sponsor terorisme" pada 1979 dan menambahkan pembatasan baru pada 2004. Konflik berkepanjangan ini telah menewaskan lebih dari 500 ribu jiwa, menghancurkan infrastruktur, dan membuat jutaan orang mengungsi, termasuk ke Eropa. Sementara itu, Departemen Keuangan AS mengumumkan pelonggaran penegakan beberapa pembatasan pada layanan dasar seperti energi dan sanitasi. Namun, para pejabat Washington menegaskan bahwa pelonggaran sanksi yang lebih luas hanya akan dipertimbangkan jika ada kemajuan nyata di Suriah. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.