Antisipasi Kejahatan Siber, Kemenkominfo Edukasi Seribu Warga Sikka Mengenai Perlindungan Data Pribadi
Pendapat senada juga dikemukakan oleh Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Nipa, Rini Kartini. Menurut Rini, masyarakat perlu memahami perbedaan data pribadi yang bersifat umum dan khusus. "Pelindungan data pribadi pertama berasal dari individu subjek data. Maka dari itu, setiap orang harus sadar serta paham data pribadi mana saja yang boleh mereka bagi dan yang perlu mereka tutupi," ujar Rini.
Kesadaran untuk menjaga keamanan data pribadi juga diungkap CEO Next Generation Indonesia, Khemal Andrias. Ia memberikan tips untuk rutin mengganti pasword semua akun serta tidak sembarangan mengakses link yang dibagikan. "Bila dimanfaatkan dengan baik, digitalisasi merupakan kunci pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," pungkas Khemal.
Kegiatan yang disambut antusias oleh warga Sikka ini terlihat dari puluhan organisasi, komunitas, universitas dan sekolah yang hadir. Diantaranya, Komunitas KAHE, Asosiasi UMKM, Forum Anak Sikka, PMI, GMNI, ANSOR, Pemuda Muhammadiyah, OMK Paroki sejumlah Gereja Katolik, OSIS dari berbagai SMA serta SMK, dan Himpunan Mahasiswa dari IFTK Ledalero serta UNIPA Indonesia. Di akhir workshop, para peserta dihibur dengan penampilan band lokal.@nia
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!