Anna Sungkar Angkat Harga Diri Perempuan Melalui Pameran 20 Perupa Bertema "Harkat"

ED
Rabu, 18 Mei 2022 | 19:17 WIB
Bagikan
Anna Sungkar Angkat Harga Diri Perempuan Melalui Pameran 20 Perupa Bertema "Harkat"

Bagi Revoluta S, ia tidak ingin melepaskan diri dari kodratnya sebagai perempuan, karenanya ia harus punya keakuan dan ketetapan diri dalam hidup yang dijalaninya. Menurut Aida Prayogo, kaum hawa mempunyai kelebihan dalam hal kekuatan dan ketabahan, sehingga bisa menahan rasa perih, pilu dan kesakitan. Kelebihan itu merupakan modal kekuatan, agar bisa menjadi ibu, gadis dan perempuan.

Bagi Gilang Cempaka, harkat perempuan harus memiliki kepercayaan diri dalam bertindak, melangkah dan mengambil keputusan, ia harus berani untuk mandiri dan tidak telalu bergantung dengan orang lain.

Menurut Perupa Watie Respati, harkat perempuan, sering dihubungkan dengan kata "Pu" atau "Empu".yang memiliki arti tempat terhormat. atau yang sangat dihormati. Untuk menunjukkan kedudukan mulia seorang perempuan. Sementara bagi Esti Lestarini, harkat perempuan adalah segala nilai kebaikan dan kemuliaan yang ada pada dirinya, sebagai modal yang diberikan oleh Tuhan YME. Di dalam konsep harkat melekat daya cipta, rasa, dan karsa, juga serangkaian hak dan kewajiban berdasarkan peran masing-masing. Adalah tugas setiap perempuan sesuai dengan kemampuannya untuk mengembangkan harkatnya agar bisa bermanfaat sebaik-baiknya buat dirinya dan buat sesama.

Adapun menurut Nita Nursita, harkat harus mencerminkan perempuan yang menginspirasi dunia dengan bakat dan bidang berbeda, sehingga membuka wawasan baru yang lebih luas bagi kemajuan perempuan. Selanjutnya Bibiana Lee mengatakan, harkat adalah nilai makhluk yang dibekali dengan daya cipta, rasa, karsa, hak dan kewajiban asasi manusia. Disambung oleh Deborah Ram Mozes, harkat itu melekat pada manusia siapapun tanpa melihat gender. Harkat perempuan mencerminkan karakter bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi budaya, pola pemikiran dan tatanan kehidupan yang seimbang.

Perupa Ariesa Pandanwangi menyatakan perempuan memiliki harkat seperti ibu bumi, mampu memelihara alam, dan mampu menumbuhkan makhluk hidup perempuan. Tercipta dari tulang rusuk kadang menjelma menjadi menjadi tulang punggung, berarti harkat perempuan sejatinya adalah “istimewa dan unggul’. Selanjutnya menurut Belinda Sukapura Dewi, harkat mempunyai pengertian yang positif, yaitu meningkatkan nilai diri menjadi lebih baik, sehingga memberikan dampak baik terhadap diri dan sekitarnya. Bagi Ary Okta harkat adalah “memampukan diri” dan “menjadi berdaya’.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.