Anna Sungkar Angkat Harga Diri Perempuan Melalui Pameran 20 Perupa Bertema "Harkat"

ED
Rabu, 18 Mei 2022 | 19:17 WIB
Bagikan
Anna Sungkar Angkat Harga Diri Perempuan Melalui Pameran 20 Perupa Bertema "Harkat"

Harkat, katanya lebih lanjut, merupakan suatu penghormatan terhadap kedudukan perempuan itu sendiri, yang wajib kita jaga dan muliakan. Berbicara tentang harkat sebagai perempuan yang mempunyai kualitas serta kekuatan dalam daya cipta, rasa serta karsa. Peran multiganda perempuan bukanlah beban melainkan tantangan, perempuan dengan sengaja telah menentukan kemajuan suatu bangsa. Pameran ini diharapkan bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi generasi muda dan masyarakat untuk menjunjung tinggi harkat dan kemulian bangsa Indonesia.

Ada Kesamaan

Lebih lanjut Anna Sungkar mengatakan bahwa angka 20 diambil dari Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2022. Ada kesamaan pada ke 20 perempuan perupa tersebut, yaitu sama-sama mempunyai unsur modernitas dalam corak melukisnya. Mereka bangkit bersama untuk maju agar menjadi lebih baik. Mereka adalah perupa perempuan masa kini yang berpikiran mandiri dan karyanya menginspirasi. Mereka akan melukis bersama pada Minggu, 22 Mei 2022, yang dikuratori oleh Anna Sungkar. Bertempat di Pelataran depan Pos Polisi Air Mancur Jalan Thamrin, Jakarta. Mereka akan melukis dari jam 8.00 pagi sampai jam 17.00 petang atau kurang lebih 10 jam dan lukisan akan selesai di hari yang sama.

Lukisan-lukisan tersebut kemudian dipamerkan pada 24 Mei 2022 sampai dengan 1 Juni 2022 (9 hari) di Tugu Kunstkring Paleis Gallery, Jl. Teuku Umar No. 1, Jakarta Pusat.

Pemilihan ke 20 perempuan perupa itu karena mereka telah dikenal oleh masyarakat pecinta seni, dan telah berpameran di dalam dan luar negeri. Karena itu melukis spontan dan cepat bukanlah sesuatu yang baru, hal itu merepresentasikan rekam jejak mereka yang telah lama berkecimpung di dunia seni rupa Indonesia. Harkat yang menjadi tema pameran, penting dan perlu untuk memperingati kebangkitan perempuan dan kebangkitan nasional bangsa Indonesia.

Harkat menurut perupa Sari Koeswoyo adalah harga diri dan kemuliaan serta mutu. Sementara bagi Hani Santana, harkat merupakan suatu perjuangan berat untuk diraih, dalam bentuk kemerdekaan diri. Ketika berfikir dan berkarya serta menjalani kehidupan berkesenian. Dengan meningkatnya nilai diri, kemuliaan dan kebahagian akan teraih, melalui seorang istri, ibu dan seniman.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.