Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Baznas Beri Beasiswa untuk 1.000 Mahasiswa Terdampak Gempa NTT 26 Aug 2026 Ribuan ASN Dikerahkan Bersihkan Sisa Kebakaran Rumah Adat Sade 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026

Angin Kencang di Jabodetabek Diperkirakan Berlangsung sampai Akhir Tahun

Desi Rossilawati
Selasa, 3 Desember 2024 | 16:30 WIB
Bagikan
Angin Kencang di Jabodetabek Diperkirakan Berlangsung sampai Akhir Tahun

VISI.NEWS | BANDUNG - Fenomena angin kencang terjadi di Jakarta dan sekitarnya atau Jabodetabek. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan fenomena ini akan berlangsung sampai akhir tahun.

"Kita perkirakan berlangsung sampai akhir tahun," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto kepada wartawan, Selasa (3/12/2024).

Ia menjelaskan angin kencang ini terjadi karena efek dari low pressure area. Salah satunya yang terdeteksi di samping laut selatan. Selain itu, hal ini juga karena kemunculan bibit siklon.

"Itu ada juga low presser area di samping laut selatan. Ada bibit siklon juga," ujarnya.

Dia pun memaparkan hasil analisis streamline. Dalam analisis tersebut, terdeteksi sirkulasi siklonik yang ada di Selat Malaka. Kecepatan angin rata-rata berada di atas 15 knot, yang termasuk kategori kecepatan tinggi.

"Sirkulasi siklonik terpantau di Selat Malaka, di Laut Natuna, di Laut China Selatan, Samudra Hindia barat daya Sumatera," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, fenomena angin kencang terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Bahkan angin kencang membuat pohon-pohon tumbang.

Seperti hujan deras disertai angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang di Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus). Dilaporkan ada dua orang yang menjadi korban akibat pohon tumbang.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.