Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026

Anggota DPRD Jabar: Keberadaan Mafia Tanah, Bagai Duri dalam Daging

ED
Sabtu, 11 Desember 2021 | 10:17 WIB
Bagikan
Anggota DPRD Jabar: Keberadaan Mafia Tanah, Bagai Duri dalam Daging

VISI.NEWS | BANDUNG - Bagai duri dalam daging, keberadaan mafia tanah masih menjadi momok yang menakutkan bagi seluruh masyarakat, khususnya para pemilik tanah. Demikian pandangan Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Haji Kusnadi menanggapi dugaan kasus mafia tanah yang akhir-akhir ini terjadi di sejumlah daerah di Jabar.

Menurutnya, masyarakat diminta untuk tidak membiarkan assetnya begitu saja, atau kata lain adalah menelantarkan asset yang dimilikinya, pasalnya dengan membiarkan asset tersebut, maka dikhawatirkan akan menjadi sasaran orang berniat jahat.

"Kebanyakan masyarakat memiliki tanah dan membiarkan begitu saja tanah mereka karena merasa barang tidak bergerak, untuk itu masyarakat agar memanfaatkan tanahnya agar tidak diakui orang lain," katanya.

Kepada VISI.NEWS, Sabtu (11/12/21), Bendahara Fraksi Golkar DPRD Jabar ini mengungkapkan, saat ini salah satu program pemerintah yaitu mengawasi timbulnya kejahatan tahan, dan pemerintah pun berkomitmen untuk menyelesaikan segala bentuk permasalahan tanah, salah satunya yakni program sertifikasi gratis.

"Pengawasan yang dilkukan pemerintah secara administrasi yaitu dengan cara, memeriksa kelengkapan dokumen kepemilikan terlebih dahulu sehingga tidak menimbulkan polemik dikemudian hari," ungkap Kusnadi.

Kusnadi menegaskan, pemerintah diminta untuk menindak tegas terhadap pelaku kejahatan tanah atau siapa saja oknum mafia tanah dibalik kejahatan tanah tersebut, bisa dengan cara memberikan sanksi ringan, memproses sesuai hukum agraria, hingga mencopot jabatan dan memecat oknum pegawai yang terlibat mafia tanah.

"Pemerintan harus tegas, jangan kemudian kecolongan oleh para oknum pelaku kejahatan tanah, kasus mafia tanah saat ini tengan ramai terjadi di sejumlah daerah terutama di Jabar," tegasnya.

Terakhir, Kusnadi mengingat agar masyarakat waspada dan menjaga dokumen kepemilikan tanah atau sertifikat dengan baik serta tidak mudah mempercayai orang lain, sehingga tidak menjadi korban kejahatan mafia tanah.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.