Anggota DPR Soroti Kebutuhan Kereta Langsung dari Bekasi ke Bandara Soekarno-Hatta
VISI.NEWS | JAKARTA - Suara peluit khas lokomotif membelah hiruk-pikuk Stasiun Kota Bekasi pada Kamis (12/3/2026) sore. Di peron, ratusan pasang mata menatap lekat ke arah gerbong yang perlahan merayap masuk, bersiap membawa mereka membelah Pulau Jawa untuk pulang ke kampung halaman masing-masing.
Kereta api kini bukan lagi sekadar bongkahan besi tua yang identik dengan desak-desakan, atap bocor, atau gerah yang menyengat. Wajah perkeretaapian Indonesia telah bersolek jauh, meninggalkan kesan kumuh yang sempat melekat kuat dua dekade silam. Kini, ia bertransformasi menjadi ruang publik yang memanjakan penumpang.
Perubahan drastis ini turut diamini oleh Anggota Komisi V DPR RI, Sudjatmiko. Seusai melakukan pertemuan dan peninjauan langsung terkait kesiapan angkutan mudik di Stasiun Bekasi, Jawa Barat ia melontarkan kekagumannya pada evolusi moda transportasi massal ini.
"Kereta api ini makin sangat diminati karena beda dari 20 tahun yang lalu. Kereta api sekarang layak, aman, sanitasinya bersih, dan menjadi angkutan publik aman nomor dua. Kecelakaannya sangat kecil dibandingkan perjalanan yang lain," tuturnya usai tinjauan.
Pernyataan tersebut bukan sekadar isapan jempol. Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kereta api terekam jelas dalam angka. Sepanjang tahun 2025 lalu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) tercatat telah melayani lebih dari 503,5 juta pelanggan secara nasional. Angka raksasa ini menjadi bukti sahih bahwa kereta api perlahan menjadi urat nadi mobilitas warga.
Memasuki musim mudik Lebaran 2026, antusiasme itu semakin tak terbendung. Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) kembali menjadi primadona bagi para perantau. Berdasarkan catatan terbaru dari KAI Daop 1 Jakarta, tingkat okupansi tiket kereta jarak jauh keberangkatan dari Jakarta dan sekitarnya sudah menyentuh angka 62 persen. Dari sekitar 1 juta ketersediaan tempat duduk selama masa angkutan Lebaran, nyaris 670 ribu tiket ludes terjual berminggu-minggu sebelum hari H.
Stasiun Kota Bekasi, sebagai salah satu titik hub paling vital di timur ibu kota, merasakan betul denyut tingginya mobilitas tersebut. Mengutip data di lapangan, stasiun ini harus melayani 59 pemberhentian KAJJ yang melaju ke berbagai provinsi setiap harinya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!