Ancaman Krisis Sampah Bayangi Bandung Saat Nataru, Pemkot Ajukan Tambahan Anggaran

ED
Senin, 29 Desember 2025 | 19:00 WIB
Bagikan
Ancaman Krisis Sampah Bayangi Bandung Saat Nataru, Pemkot Ajukan Tambahan Anggaran

VISI.NEWS|BANDUNGLonjakan aktivitas wisata selama libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 memicu peningkatan signifikan timbulan sampah di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung memperingatkan potensi krisis sampah jika tidak ada langkah cepat, termasuk persetujuan tambahan anggaran untuk penanganan darurat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut, produksi sampah harian yang biasanya berada di kisaran 1.500 hingga 1.600 ton, melonjak sekitar 300 ton per hari selama libur Nataru.
“Sampai tanggal 1 Januari mungkin bisa sampai 1.800 sampai 1.900 ton sehari,” kata Farhan, Minggu (28/12/2025).

Menurut Farhan, lonjakan tersebut berkaitan erat dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bandung dan sekitarnya. Kondisi ini semakin berat karena keterbatasan fasilitas pengolahan sampah di dalam kota.
“Pengolahan memang harus lebih rajin, terutama untuk food waste, karena yang datang wisatawan. Sekarang Kota Bandung ada di urutan kedua setelah Yogyakarta sebagai wisata nusantara paling populer,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sekitar 70 hingga 80 persen sampah Kota Bandung masih harus diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir Sarimukti. Untuk mengantisipasi kondisi darurat, Pemkot Bandung telah menyesuaikan pola kerja petugas kebersihan serta memprioritaskan pengangkutan sampah di kawasan wisata dan pusat keramaian.

“Mulai dari Setiabudi, Sukajadi, Dago, Pasteur, Jalan LLRE Martadinata, Merdeka, Asia Afrika, Braga, Stasiun, sampai Wastukencana, itu semua harus dijaga kebersihannya,” kata Farhan.

Pemkot Bandung kini mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp90 miliar untuk penanganan sampah dan masih menunggu persetujuan Gubernur Jawa Barat. Farhan menegaskan, tanpa dukungan anggaran tersebut, kondisi bisa memburuk dalam waktu dekat.
“Kalau tidak disetujui, tanggal 12 Januari kita mulai menghadapi krisis sampah. Kalau dibiarkan, April bisa menjadi bencana sampah,” ujarnya.

Di sisi lain, lonjakan wisatawan juga berdampak pada kepadatan lalu lintas di sejumlah kawasan wisata. Di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, kepadatan terjadi sejak 24 Desember dan mencapai puncaknya pada 27 Desember 2025.

Kapolres Cimahi AKBP Niko N Adi Putra mengatakan pihaknya telah menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan.
“Kami telah memprediksi peningkatan arus lalu lintas pada libur panjang Nataru ini. Skema rekayasa lalu lintas diterapkan, termasuk sistem satu arah,” katanya.

Data Dinas Perhubungan Bandung Barat mencatat lonjakan kendaraan signifikan di jalur Bandung–Lembang, dengan puncak arus mencapai lebih dari 82 ribu kendaraan pada 26 Desember 2025. Sementara arus menuju kawasan Ciwidey dan Pangalengan juga mengalami kenaikan dibandingkan hari normal.@fajar

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.