Ancaman bagi Orang yang Biasa Mencela

ED
Rabu, 26 April 2023 | 08:52 WIB
Bagikan
Ancaman bagi Orang yang Biasa Mencela

Imam Al-Qurthubi (wafat 671 H) menyebutkan riwayat Ibnu Abbas untuk menjelaskan ayat “likulli humazatil-lumazah​​​​​​​”, ia berkata: "Mereka adalah orang-orang yang menyebarkan fitnah, yang membangkitkan perselisihan di antara orang-orang yang saling mengasihi, dan yang mencari aib makhluk. Maka dengan ini keduanya, pengumpat dan pencela, mempunyai makna yang sama. Nabi Muhammad saw bersabda:

شَرَارُ عِبَادِ اللهِ تَعَالَى الْمَشَاءُونَ بِالنَّمِيمَةِ الْمُفْسِدُونَ بينَ الأحبة الْبَاغونَ الْبُرآء العيب

Artinya, "Seburuk-buruknya hamba Allah swt adalah orang-orang yang menyebarkan fitnah, yang membangkitkan perselisihan di antara orang-orang yang saling mengasihi, dan yang mencari aib makhluk." (Syamsudin Al-Qurthubi, Tafsir Al-Qurthubi, , juz XX, halaman 181).

Menurut penjelasan di atas tidak ada perbedaan antara humazah dan lumazah. Berbeda dengan penjelasan Imam Ibnu Katsir (wafat 774 H).

Dalam tafsirnya ia membedakan antara humazah dan lumazah. Ia menjelaskan: "Kalau yang pertama melalui ucapan; sedangkan yang kedua melalui perbuatan. Makna yang dimaksud ialah tukang mencela orang lain dan menjatuhkan mereka." Penjelasan maknanya telah disebutkan di dalam penjelasan firman Allah:

هَمَّازٍ مَّشَّاۤءٍۢ بِنَمِيْمٍۙ

Artin​​​​​​​ya, “​​​​​​yang banyak mencela, yang kian kemari menghambur hasutan.” (QS Al-Qalam: 11).

Selain itu, Imam Ibnu Katsir juga menyebutkan beberapa riwayat terkait makna humazah dan lumazah sebagai berikut: Ibnu Abbas mengatakan: "Humazah dan lumazah artinya tukang menjatuhkan orang lain lagi pencela."

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.