Ancaman bagi Orang yang Biasa Mencela
VISI.NEWS | BANDUNG - Berikut ini adalah teks, terjemahan dan kutipan sejumlah tafsir ulama atas surat Al-Humazah ayat 1. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ
Wailul likulli humazatil-lumazah (tin).
Artinya, "Celakalah setiap pengumpat lagi pencela."
Surat Al-Humazah Ayat 1 Mayoritas mufasir memaknai kata “wailun”, dengan dua makna, yaitu (1) kehinaan, azab dan kebinasaan; dan (2) suatu lembah di neraka Jahanam.
Menurut Syekh Mustafa Al-Maraghi (wafat 1371 H), kata “wailun” digunakan untuk mencela dan memburukkan. Maksudnya adalah peringatan atas buruknya perbuatan yang akan disebutkan setelahnya." (Ahmad bin Musthafa Al-Maraghi, Tafsir Al-Maraghi, juz XXX, halaman 237).
Sementara menurut Prof Quraish Shihab kata “wail” digunakan untuk menggambarkan kesedihan, kecelakaan dan kenistaan. Kata ini juga digunakan untuk mendoakan seseorang agar mendapatkan kecelakaan dan kenistaan itu. Dengan demikian ia dapat menggambarkan keadaan buruk yang sedang atau akan dialami.
Banyak ulama memahaminya dalam arti kecelakaan atau kenistaan yang akan dialami, dan dengan demikian ia menjadi ancaman buat pengumpat dan pencela. (M Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, , volume XV, halaman 511).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!