Analis Prediksi Bitcoin Masih Menguat Hingga Kuartal III 2025
VISI.NEWS | BANDUNG - Chief Analyst Bitget Research Ryan Lee memprediksi harga bitcoin masih dapat menyentuh level tertinggi dalam beberapa bulan mendatang. Pekan lalu, harga bitcoin sentuh level tertinggi sepanjang.
Mengutip Kitco News, Senin (14/7/2025), Lee menuturkan, bitcoin dan Ethereum mencatat kenaikan harga signifikan yang diperkirakan setidaknya bertahan hingga akhir kuartal III 2025.
"Lonjakan bitcoin melewati USD 117.000 didorong oleh kebijakan pro kripto Trump, arus masuk ETF dan pembelian obligasi perusahaan menandakan tren bullish yang berkelanjutan untuk kuartal ketiga 2025,” ujar Lee.
Sentimen Kripto
Ia mengatakan, pemungutan suara yang akan datang untuk GENIUS Act dan Clarity Act dapat menambah dorongan lebih lanjut dengan menandakan penyelarasan kebijakan yang telah lama ditunggu. "Meskipun demikian, ketegangan tarif global dan ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor yang dapat memicu volatilitas dalam beberapa minggu mendatang,” ujarnya. Ia menambahkan, sentimen investor sangat bullish, sebagaimana dibuktikan oleh rekor arus masuk ke ETF bitcoin spot, yang kini telah melampaui USD 51 miliar. "Permintaan institusional kuat, dan alokasi treasury dari perusahaan menjadi lebih normal,” kata Lee. Ia menuturkan, ETH juga menunjukkan partisipasi staking yang stabil dengan 34,6 juta ETH kini terkunci menunjukkan kepercayaan jangka panjang. Pada saat yang sama, modal mulai berputar ke sektor-sektor dengan utilitas tinggi seperti tokenisasi aset dunia nyata (RWA), stablecoin dan proyek-proyek blockchain yang terintegrasi dengan AI. “Aliran ini menunjukkan investor memposisikan diri untuk pertumbuhan berkelanjutan di sektor-sektor fundamental dan frontier,” katanya.Posisi Bitcoin
Namun, terlepas dari gambaran keseluruhan yang bullish, Lee mengatakan ia masih mencermati tanda-tanda kelelahan dari para pelaku pasar. “Indikator on-chain seperti Skor-Z MVRV menunjukkan bahwa meskipun kita telah melihat puncak lokal, pasar belum mencapai titik ekstrem yang terlalu panas,” ujarnya. "Penarikan 10–30% bukanlah hal yang tidak terduga, terutama karena leverage meningkat atau jika undang-undang memperkenalkan klausul yang tidak terduga,” tambahnya. Lee mengatakan, level kritis jangka pendek yang perlu diperhatikan adalah support utama Bitcoin di USD 108.500 dan resistance di USD 130.000. "Jika BTC gagal bertahan di atas USD 110.000 dalam beberapa minggu mendatang, hal itu mungkin mengindikasikan overextension sementara dan membuka pintu bagi koreksi yang lebih dalam sebelum penguatan kuartal IV berlanjut,” ujarnya. @desiBerita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!