Amalan yang Bisa Menyelamatkan dari Siksa Kubur: Panduan dari Hadits Rasulullah SAW
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 20 November 2024 | 02:30 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Setelah seseorang meninggal, harta dan keluarga tidak dapat menemani mereka di alam kubur. Satu-satunya yang dapat mengikutinya adalah amal perbuatannya. Rasulullah SAW mengajarkan beberapa amalan yang bisa menjadi penyelamat dari siksa kubur. Berikut ini adalah amalan-amalan yang dapat membawa keberkahan bagi seseorang setelah meninggal dunia, berdasarkan hadits-hadits Nabi SAW.
- Membaca Kalimat Thayyibah Kalimat La ilaha illallah memiliki banyak manfaat, termasuk melindungi dari siksa kubur. Nabi SAW bersabda bahwa orang yang mengucapkannya dengan rutin, khususnya La ilaha illallah al malikul haqqul mubiin sebanyak 100 kali setiap hari, akan dijauhkan dari kemiskinan, mendapat perlindungan dari siksaan kubur, serta dibuka pintu rezeki dan surga baginya. Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang sering mengucapkan kalimat thayyibah akan merasa tenang saat menghadapi kematian. Selain itu, hadits lain menyebutkan bahwa dengan membaca 'La ilaha illallah al malikul haqqul mubiin' secara rutin akan mendapatkan keselamatan di alam kubur. مَنْ قَالَ لَا إِلهَ إِلَّا اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَ لَهُ أَمَانًا مِنَ الْفَقْرِ، وَيُؤْمَنُ مِنْ وَحْشَةِ الْقَبْرِ، وَاسْتُجْلِبَ بِهِ الْغِنَى، وَاسْتُقْرِعَ بِهِ بَابُ الْجَنَّةِ Artinya: "Siapa saja yang membaca kalimat 'Laa ilaaha illallah al malikul haqqul mubin' sebanyak 100 kali setiap harinya maka pasti aman dari kemiskinan, siksa kubur, terbuka pintu rezeki dan pintu surga baginya." (HR Dailami, Khatib, dan Abu 'Aliyah)
- Berjuang di Jalan Allah Seorang yang meninggal saat bertugas di jalan Allah, seperti dalam perang atau menjaga negara, akan dibebaskan dari siksa kubur. Hadits menyebutkan bahwa amal orang tersebut akan terus berlanjut hingga hari kiamat dan ia akan terbebas dari fitnah kubur. Hal ini berdasarkan hadis dari Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Fadhdhalah ibn Ubaid. "Setiap yang gugur akan selesai amalnya, kecali yang meninggal pada saat bertugas jaga di jalan Allah. Amalnya akan terus tubuh sampai hari kiamat dan ia akan aman dari fitnah kubur." (HR At Tirmidzi dan Abu Daud)
- Membaca Surah Al-Mulk Membaca Surah Al-Mulk setiap malam sebelum tidur adalah amalan yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW menyebutnya sebagai "Al-Maani'ah" atau "penyebab yang mencegah" dari siksa kubur. Surah ini menjadi perisai yang melindungi pembacanya dari azab kubur. Hal ini didukung oleh hadits yang dishahihkan al Hakim dan adz Dzahaby. من قَرَأَ ( تبَارك الَّذِي بِيَدِهِ الْملك ) كل لَيْلَة مَنعه الله بهَا من عَذَاب الْقَبْر وكنّا في عهد رسولِ الله -صلّى الله عليه وسلّم- نسمّيها المانعة Artinya: "Barang siapa yang membaca Tabaarakalladzii biyadihil mulku (surah Al Mulk) tiap malam, Allah SWT akan mencegahnya dari siksa kubur. Kami (para sahabat) di masa Rasulullah SAW menamakannya (surah) Al Maani'ah (yang mencegah dari azab kubur)." (HR An Nasa'i)
- Meninggal Dunia pada Hari Jumat Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat, akan dilindungi dari fitnah kubur. Diriwayatkan Abdullah bin Amr, Rasulullah SAW bersabda, مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ Artinya: "Tidak ada seorang muslim pun (laki-laki atau perempuan, anak kecil maupun dewasa) meninggal dunia pada hari Jumat atau pada malam Jumat. Melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah kubur." (HR Ahmad). Walaupun demikian, Buya Yahya mengingatkan untuk tidak menjadikan ini sebagai alasan untuk tidak beramal dan hanya berharap pada takdir tersebut.
- Meninggal Dunia Karena Sakit Perut Orang yang meninggal karena sakit perut (seperti diare atau penyakit perut lainnya) akan bebas dari siksa kubur dan dianggap mati syahid. Hadits ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Yasar yang berkata, كُنْتُ جَـالِسًا وَسُلَيْمَانُ بْنُ صُرَدٍ وخَالِدُ بْنُ عُرْفُطَةَ، فَذَكَرُوا أَنَّ رَجُلاً تُوُفِّيَ، مَاتَ بِبَطْنِهِ، فَإِذَا هُمَا يَشْتَهِيَـانِ أَنْ يَكُونَا شُهَدَاءَ جَنَازَتِهِ فَقَـالَ أَحَدُهُمَا لِلآخَرِ: أَلَمْ يَقُلْ رَسُولُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ يَقْتُلُهُ بَطْنُهُ فَلَنْ يُعَذَّبَ فِيْ قَبْرِهِ؟ فَقَـالَ اْلآخَرُ: بَلَى. وفي رواية . Artinya: "Aku duduk bersama Sulaiman bin Shurad dan Khalid bin 'Urfuthah, mereka menyebutkan ada seseorang yang meninggal karena sakit perut. Keduanya berkeinginan untuk menyaksikan jenazahnya, maka salah satu dari keduanya berkata kepada yang lainnya, 'Bukankah Rasulullah bersabda, 'Siapa saja yang meninggal karena sakit perut, maka dia tidak akan disiksa di dalam kuburnya.' Lalu yang lainnya berkata, 'Betul apa yang kamu ucapkan'." (HR An-Nasa'i, At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Ahmad) Dalam hadits lain, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang meninggal karena sakit perut akan mati dalam keadaan syahid. Hadits ini disampaikan oleh Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ. Artinya: "Dan siapa saja yang mati karena sakit perut, maka dia mati dalam keadaan syahid." (HR Muslim)
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!