Alhamdulillah, Wildan Rohdiawan Korban TPPO di Myanmar Akhirnya Tiba di Jakarta

ED
Selasa, 18 Maret 2025 | 13:15 WIB
Bagikan
Alhamdulillah, Wildan Rohdiawan Korban TPPO di Myanmar Akhirnya Tiba di Jakarta
VISI.NEWS | JAKARTA – "Alhamdulillah," ungkap Yulia Rosiana, bersyukur karena kakaknya hari ini akan tiba di Jakarta. Wildan Rohdiawan, warga Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi salah satu dari ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Myanmar setelah menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Wildan dan para korban lainnya akan  tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Selasa (18/3/2025) dengan penerbangan carter dari Bangkok, Thailand.

Baca juga

Secercah Harapan Pemulangan Wildan Rohdiawan dari Myanmar Wildan, Korban TPPO di Myanmar, Masih Menunggu Evakuasi VISI | Wildan VISI | Suara Yulia Tak Didengar Bebaskan Keluarga Kami dari Jerat Kerja Paksa dan Perbudakan di Myanmar!” Evakuasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Indonesia dalam menyelamatkan 564 WNI yang terjebak dalam eksploitasi TPPO sektor online scam di Myanmar. Proses pemulangan dilakukan dalam tiga penerbangan carter pada 18 dan 19 Maret 2025. Pada hari pertama, dua penerbangan masing-masing membawa 200 WNI, sementara penerbangan ketiga pada hari berikutnya membawa 164 orang. Dari jumlah tersebut 400 orang diantaranya akan segera tiba di Jakarta. Wildan sendiri mengalami pengalaman pahit setelah dijanjikan pekerjaan di Thailand, tetapi justru diselundupkan ke Myanmar dan dipaksa bekerja sebagai penipu daring. Ia berangkat ke Thailand pada November 2022 setelah menyelesaikan kursus bahasa Korea di Sukabumi. Alih-alih mendapatkan pekerjaan yang dijanjikan, ia malah dibawa ke Myanmar oleh kelompok bersenjata dan dipaksa bekerja dalam kondisi tidak manusiawi. Di Myanmar, Wildan harus bekerja selama 20 jam sehari tanpa istirahat yang cukup. Selain itu, ia juga mengalami berbagai bentuk penyiksaan, termasuk pemukulan, penjemuran di bawah terik matahari, dan penyetruman. Saat berusaha meminta pulang, ia dihadapkan pada tuntutan uang tebusan sebesar Rp 150 juta. Pada Juni 2023, Wildan berhasil menghubungi keluarganya di Indonesia untuk meminta bantuan. Keluarga kemudian melapor ke pemerintah dan berbagai lembaga terkait. Namun, proses penyelamatan menghadapi tantangan besar karena lokasi Wildan berada di Myawaddy, wilayah konflik antara militer Myanmar dan kelompok pemberontak. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akhirnya berhasil mengamankan evakuasi Wildan dan ratusan WNI lainnya. Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha, menjelaskan bahwa proses penyelamatan melibatkan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk otoritas Thailand. "Para korban telah diseberangkan ke Kota Maesot, Thailand, melalui 2nd Friendship Bridge sebelum diberangkatkan ke Indonesia," ujar Judha Nugraha. Evakuasi ini menjadi langkah penting dalam melindungi WNI dari jaringan TPPO lintas negara yang semakin marak. Kasus Wildan menjadi salah satu bukti bahwa sindikat perdagangan manusia masih aktif dan terus mencari korban, terutama dari kalangan pencari kerja. Setelah tiba di Indonesia, para korban TPPO ini akan menjalani proses pendampingan dan rehabilitasi oleh pemerintah. Langkah ini diharapkan dapat membantu mereka pulih dari trauma serta mendapatkan peluang kerja yang lebih aman di masa depan. @uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.