Akibat Banjir Yang Terjadi, Bupati Bandung Perkirakan Kerugian Mencapai 100 Miliar Rupiah Setiap Kejadian
“Pemulihan jauh lebih besar dan sangat penting. Setelah Citarum Harum dibubarkan, kami harus bergerak bersama. Tadi Pak Gubernur menunjukkan komitmen dan kami sangat mengapresiasi,” katanya.
Ia memastikan bahwa Kabupaten Bandung siap mengikuti arahan provinsi, terutama dalam skema pembagian anggaran antardaerah.
Untuk mempercepat penyelesaian, ia juga menegaskan perlunya kejelasan kewenangan. Banyak infrastruktur sungai dan irigasi berada di bawah kontrol pusat maupun provinsi. Situasi ini sering menimbulkan tumpang tindih sehingga daerah tidak bisa menangani masalah secara menyeluruh.
“Kewenangan sering tumpang tindih. Ada yang milik BBWS, ada yang provinsi, ada yang pusat. Di daerah, anggarannya terbatas. Karena itu, kami harus bergerak bersama,” tegasnya.
Sebagai strategi, pemerintah menjalankan model pentahelix. Ia menggabungkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Menurutnya, pendekatan tersebut sudah membuahkan hasil di beberapa proyek penanganan banjir.
“Kami sudah menjalankan pentahelix di Cicalengka–Rancaekek pada 2021–2022. Kami juga berhasil memperbaiki Cidawolong di Majalaya hingga tidak banjir lagi,” katanya.
Ia menyebut bahwa proyek serupa sedang berjalan di Dayeuhkolot dan Bojongsoang sebagai lokasi prioritas.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak dapat menangani bencana seorang diri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!