Akhir Tahun Pasar Aset Kripto Lesu, Bagaimana Proyeksi Bitcoin dan Lainnya di Tahun 2022?

ED
Sabtu, 25 Desember 2021 | 05:15 WIB
Bagikan
Akhir Tahun Pasar Aset Kripto Lesu, Bagaimana Proyeksi Bitcoin dan Lainnya di Tahun 2022?

VISI.NEWS | BANDUNG - Sepanjang tahun 2021, terjadi pasang surut beberapa aset kripto kapitalisasi besar (big cap), seperti Bitcoin, Ethereum dan lainnya. Namun nilai dari aset kripto terpopuler, Bitcoin saat ini alami penurunan hampir 30% dari rekor tertinggi, yakni di kisaran harga US$ 69.000 yang

berhasil dicapainya pada November lalu. Dengan demikian dapat dilihat bahwa sepanjang tahun ini pergerakan Bitcoin sangat tidak menentu.

“Banyak faktor penyebab lesunya market aset kripto belakangan ini, khususnya Bitcoin, Ethereum dan lainnya. Kebijakan pengawasan yang bakal semakin ketat, investor yang wait and see atau bahkan ada yang cut loss untuk kebutuhan akhir tahun, sehingga akan cenderung stagnan beberapa bulan ke depan,” kata Afid Sugiono, Trader Tokocrypto, dalam rilisnya Jumat (24/12/2021).

Afid menyatakan walaupun pergerakan Bitcoin dan lainnya cukup liar, tak dapat dipungkiri bahwa aset kripto itu masih tergolong favorit dan salah satu jenis investasi yang cukup ramai diminati. Sejauh ini kebanyakan aset kripto big cap, khususnya Bitcoin sedang menunjukan siklus pengulangan.

"Bukan tidak mungkin di kemudian hari Bitcoin dan kripto bisa semakin luas diterima oleh masyarakat. Fundamental Bitcoin yang bagus, ditambah dengan kepercayaan investor terhadap Bitcoin sudah semakin meningkat, tentu harganya cenderung akan terus naik setiap tahunnya, dan tentu ini bisa dijadikan suatu aset masa depan,” ungkapnya.

Bagi masyarakat yang ingin mempelajari investasi aset kripto dan ekosistem blockchain lainnya, katanya, bisa instal aplikasi Kriptoversity yang saat ini tersedia di Google Play Store. Selain itu, bisa memanfaatkan tools atau insight di Tokocrypto insights.tokocrypto.com/signal yang bekerja sama dengan KepingAI untuk dapatkan pemahaman terkait koin/token di market sebelum melakukan investasi.

Bursa Kripto akan Hadir di Indonesia, Bagaimana Prospeknya?

Sektor investasi aset kripto di Indonesia akan kembali bergeliat dan memasuki babak baru. Jika tidak ada halangan, pemerintah dalam hal ini Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) akan meluncurkan bursa kripto paling lambat awal tahun 2022.

Bagaimana efek dari industri investasi aset kripto sendiri?

Ketua Asprakindo, yang juga COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan memang saat ini bisa kita lihat bahwa aset kripto bertumbuh secara positif. Dengan pertumbuhan yang cukup masif ini, salah satu yang ditargetkan adalah hadirnya bursa kripto di

"Kami sangat mendukung hal ini karena dengan adanya bursa kripto akan sangat membantu meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di aset kripto serta menciptakan iklim ekosistem aset kripto yang matang. Di sisi lain, ini menunjukkan bahwa aset kripto menjadi salah satu instrumen investasi yang diakui dan potensial bagi pemerintah," kata pria yang akrab disapa Manda.

Layaknya bursa saham, bursa kripto akan menjadi pasar, di mana aset-aset kripto ditransaksikan. Masyarakat punya lebih banyak pilihan untuk menginvestasikan dananya, tak sebatas pada instrumen investasi konvensional, seperti saham, reksa dana, obligasi, emas, dan properti.

Riset: Penipuan Investasi Aset Kripto Capai US$ 7,7 miliar

Laporan terbaru dari firma riset, Chainalysis, mengungkapkan bahwa penipuan di dunia cryptocurrency telah menghasilkan lebih dari US$ 7,7 miliar dari investor sepanjang tahun 2021 ini. Secara total, penipuan kripto naik 81 persen dibanding tahun 2020.

Bentuk penipuan yang paling umum adalah peretasan akun dan penipuan proyek aset kripto yang melarikan diri dengan uang investor. Untuk menghindari peretasan dan penipuan di industri aset kripto, Tokocrypto juga mewajibkan pakai 2FA SMS dan Google Authenticator sebagai pelapis keamanan ganda.

Google Authenticator punya banyak kelebihan, karena lebih aman dari peretasan. Sistem keamanannya terenkripsi, tidak tergantung jaringan pihak ketiga, praktis dan kompatibel untuk seluruh sistem operasi smartphone. “Verifikasi dua langkah yang dilengkapi dengan Google Authenticator akan jauh lebih aman. Selain lebih aman daripada SMS, aplikasi autentikasi lebih cepat tanpa bergantung dengan sinyal dan operator seluler,” ungkap Rieka Handayani, VP Corporate Communication Tokocrypto.

Tokocrypto sendiiri telah mengantongi sertifikat ISO 27017 yang merupakan standar guna membuat layanan berbasis cloud yang lebih aman dan mengurangi resiko terkait masalah keamanan. Sebelumnya, Tokocrypto juga telah berhasil meraih ISO 27001. @mpa

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.