Air Hangat atau Dingin, Mana yang Lebih Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 17 Januari 2025 | 00:45 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Terkadang ada anggapan bahwa air hangat dapat membantu menurunkan berat badan lebih cepat karena dianggap meningkatkan metabolisme dan membakar lemak. Namun, apakah benar demikian?
Dokter spesialis gizi, dr. Diana F. Suganda, menjelaskan bahwa suhu air minum, baik itu hangat atau dingin, tidak memengaruhi metabolisme lemak dalam tubuh.
"Sebenarnya air hangat maupun air dingin dalam jumlah kalori sama saja, nggak ada kalorinya alias nol kalori," ujarnya.
Dia juga mengingatkan bahwa baik air hangat maupun dingin tetap mengandung nol kalori, sehingga klaim bahwa air hangat bisa membantu tubuh mencerna lemak adalah hoaks.
"Kalau info apakah benar (air hangat) mampu membantu tubuh mencerna lemak, nggak ya, itu hoaks," terangnya.
Yang lebih penting dalam konsumsi air adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Dr. Diana menyarankan agar setiap orang mengonsumsi sekitar 2 liter air atau setara 8 gelas per hari.
Untuk menurunkan berat badan, pilihan terbaik adalah air putih tanpa tambahan gula atau pemanis lainnya.
"Selama tidak ditambahkan gula, tidak ditambahkan sirup, atau tidak ditambahkan pemanis-pemanis lain di dalamnya," katanya.
Air putih memiliki dampak positif terhadap penurunan berat badan. Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi air putih dapat membantu mengendalikan nafsu makan, meningkatkan pembakaran kalori, dan mendukung pembakaran lemak. Selain itu, hidrasi yang baik juga mendukung olahraga lebih optimal dengan mencegah kram otot dan kelelahan.
Dengan demikian, menjaga tubuh terhidrasi dengan baik dan mengonsumsi air putih tanpa kalori tambahan adalah kunci utama dalam mendukung penurunan berat badan yang sehat. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!