AI DeepSeek R1 Raih Efisiensi Tinggi Meski Hadapi Sanksi Chip AS
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 27 Januari 2025 | 19:30 WIB
VISI.NEWS | CHINA - DeepSeek R1, large language model (LLM) asal China, berhasil menarik perhatian komunitas AI global. Dikembangkan oleh startup DeepSeek dari Hangzhou, R1 diklaim menyamai atau bahkan melampaui kemampuan ChatGPT o1 milik OpenAI dengan biaya operasional yang jauh lebih rendah.
"Ini bisa menjadi terobosan yang sangat bagus bagi para peneliti dan pengembang dengan sumber daya terbatas," kata Hancheng Cao, asisten profesor sistem informasi di Universitas Emory.
Keberhasilan ini semakin menonjol mengingat DeepSeek menghadapi kendala berupa sanksi ekspor chip canggih dari Amerika Serikat. Alih-alih melemah, DeepSeek berinovasi dengan menggunakan GPU terbatas buatan Nvidia yang dirancang untuk pasar China.
Model R1 unggul dalam tugas penalaran, terutama dalam matematika dan pengkodean, dengan pendekatan "rantai pemikiran" yang memungkinkan penyelesaian masalah secara bertahap. Keunggulan lainnya adalah efisiensi energi dan rekayasa sederhana yang mengurangi waktu komputasi tanpa mengorbankan akurasi.
Startup ini didirikan oleh Liang Wenfeng pada Juli 2023, seorang alumni Universitas Zhejiang. Liang berhasil mengamankan pasokan besar chip Nvidia A100 sebelum sanksi diberlakukan, yang menjadi salah satu fondasi utama dalam pelatihan model R1.
Meski R1 telah mencuri perhatian, DeepSeek tetap menghadapi tantangan efisiensi teknik rekayasa AI di tengah keterbatasan perangkat keras. Namun, tim DeepSeek melihat keterbatasan ini sebagai peluang untuk mendorong inovasi. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!