AI Bisa Tambah US$140 Miliar ke Ekonomi RI, DANA Luncurkan 'AI Playbook'!
- Disusun dari dialog lintas sektor lewat AI@Work Lab, AI Enablement Playbook menjadi panduan praktis untuk mendorong adopsi AI yang aman, inklusif, dan scalable menuju Indonesia Emas 2045.
VISI.NEWS | JAKARTA – DANA meluncurkan AI Enablement Playbook, panduan praktis bagi pelaku industri untuk menilai dan meningkatkan kesiapan mereka dalam mengadopsi kecerdasan buatan (AI). Panduan ini merangkum wawasan, metrik, dan prinsip implementasi AI yang aman, inklusif, dan scalable. Penyusunannya berangkat dari hasil diskusi lintas sektor antara pemerintah, pelaku industri, dan para ahli di bidang AI dalam forum AI@Work Lab. Dilengkapi dengan AI Enablement Checklist berupa daftar periksa kesiapan industri, pedoman ini sekaligus menjadi kontribusi nyata DANA dalam mendukung implementasi Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional (AI Roadmap), yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mendorong penerapan AI di Indonesia. Dalam pembuatan Peta Jalan tersebut, DANA juga berperan aktif sebagai bagian dari Gugus Tugas di bidang Kebijakan.
Vince Iswara, CEO & Co-Founder DANA Indonesia, dalam keterangan tertulis kepada VISI.NEWS, Selasa (9/12/2025), menekankan pentingnya kerangka yang jelas dalam pemanfaatan AI. “Teknologi AI mampu membuka akses yang luas. Di saat pelaku industri global berlomba-lomba memanfaatkan AI, masih banyak organisasi yang belum memiliki kerangka kerja yang terarah dan terukur. AI Enablement Playbook bisa menjadi pedoman bagi industri memastikan implementasi AI tetap aman, inklusif, dan berdampak nyata. Dengan kolaborasi dan kesiapan lintas sektor, kemajuan teknologi seperti AI dapat memberi manfaat bagi masyarakat bahkan perekonomian Indonesia.”
Guna memastikan keberhasilan penerapan AI, pedoman ini memberikan rekomendasi tindakan yang strategis baik bagi pemerintah, perusahaan (enterprise), dan perusahaan rintisan (startup). Salah satunya dengan mengedepankan kerangka kerja 3P yang berfokus pada People (pemberdayaan talenta lewat literasi, pola pikir, hingga keterampilan), Platform (infrastruktur data), dan Policy (kebijakan, struktur, dan kolaborasi). Kerangka ini selaras dengan fokus utama Peta Jalan Kecerdasan Artifisial Nasional, yaitu pengembangan talenta, pembangunan infrastruktur dan data, etika dan kebijakan, serta riset dan inovasi industri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!